Harga Pertamax & Pertamax Green Naik, Rp 16.250 & Rp 17.000
Gambar atau konten salah?
Jakarta, Pemerintah menyatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95), mengikuti tren harga dunia. Kenaikan ini diumumkan pada Jumat, 12 Juni 2026.
Harga Pertamax telah dinaikkan dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. Sementara Pertamax Green naik dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter. Sebelumnya, pemerintah menahan kenaikan harga. Namun negara tetangga telah menaikkan BBM pada periode yang sama.
Unggahan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet menyatakan: "Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi Pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," pada postingan tersebut.
Dalam postingan tersebut juga disebutkan bahwa harga Pertamax dan Pertamax Green masih lebih murah dibandingkan BBM RON 92/95 di negara tetangga. Berikut harga BBM nonsubsidi di beberapa negara:
- Filipina: Rp 22.158 per liter
- Laos: Rp 31.945 per liter
- Thailand: Rp 28.910 per liter
- Myanmar: Rp 25.085 per liter
- Singapura: Rp 42.971 per liter
Unggahan Sekretariat Kabinet menegaskan: "Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," menambahkan bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual seharga Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar Subsidi (Biosolar) seharga Rp 6.800 per liter.
Dengan demikian, Indonesia tetap menjaga harga BBM nonsubsidi di bawah tingkat harga di negara tetangga, meski mengikuti kenaikan harga dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
