Pertamina Pasang PLTS di Kapal, Turunkan Emisi 79,2 Ton
Gambar atau konten salah?
Perusahaan migas terbesar di Indonesia, Pertamina, kini menyalurkan upaya penurunan emisi karbon ke sektor maritim. Pada galangan kapal di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada Kamis 11 Juni 2026, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada kapal oil barge (OB) Patra 2303.
Dengan sistem ini, Pertamina berhasil menurunkan emisi 79,2 ton CO₂ per tahun sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar diesel. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pemanfaatan energi bersih di seluruh rantai bisnisnya, termasuk armada pendukung distribusi energi nasional yang selama ini masih mengandalkan bahan bakar fosil.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa penerapan energi surya di kapal menunjukkan bahwa pengurangan bahan bakar berbasis fosil tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ia mengatakan, “Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” kata Agung dalam keterangannya, Jumat 12 Juni 2026.
Proyek ini merupakan bagian dari perjalanan Pertamina menuju target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat melalui berbagai program penurunan emisi di seluruh lini bisnis perusahaan. Ag menyoroti sinergi antar entitas Pertamina: PNRE sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada, dan PIS sebagai induk usaha. Kolaborasi ini memungkinkan lahirnya inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional.
Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan menggunakan PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. Energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga sebagian penggunaan diesel dapat digantikan oleh energi terbarukan.
John menambahkan, “PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan,” ungkap John. Menurut perhitungan perusahaan, sistem tersebut berpotensi menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun. Implementasi PLTS pada OB Patra 2303 juga menjadi bukti energi terbarukan berpeluang untuk mendukung operasional transportasi laut yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi nasional.
Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, menilai proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim Pertamina. Ia menambahkan, “Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” tutup Eka.
Inisiatif ini menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi di darat, tetapi juga memperluas upaya ke laut, menandai langkah konkret menuju sistem energi bersih yang lebih luas di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Pertamina Pasang PLTS di Kapal, Turunkan Emisi 79,2 Ton
PT TIMAH Rilis Dividen Rp 656,8 Miliar, 50% Laba Bersih
Polri Bedah Rumah Nenek 82 Tahun, Layanan Bakti Sosial
Tren Nama Kucing Berbasis Warna, 370+ Ide Unik Popular
PRIMA Sukaraja & SMART KANG: Pusat Layanan Publik Digital
Korea Kalahkan Ceko 2‑1 di Guadalajara Piala Dunia 2026
Mbappé Bawa Semangat Baru Timnas Prancis 2026 Maju