Pertamina Potong 124 Entitas Usaha, Fokus Bisnis Inti
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina (Persero) akan memangkas 124 entitas usaha sebagai bagian dari program penyederhanaan struktur perusahaan. Langkah ini diharapkan membuat Pertamina Group lebih ramping, efisien, dan fokus pada bisnis inti energi nasional.
Direksi Pertamina memaparkan perkembangan program ini kepada Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, perusahaan menampilkan target penyelesaian lanjutan, termasuk proses likuidasi, divestasi, serta merger atau spin‑off.
Di tahap pertama, sudah ada 27 entitas yang direstrukturisasi. Dony, kepala program, menyatakan langkah ini sebagai penataan portofolio bisnis agar struktur Pertamina Group menjadi lebih terfokus.
Proses ini melibatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan utama, seperti SKK Migas, Ditjen Migas, BPKP, Jamdatun, dan pihak lain. Tujuannya mempercepat pelaksanaan streamlining entitas usaha.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan transformasi Pertamina berjalan terukur, tepat waktu, dan selaras dengan agenda penguatan ketahanan energi nasional,” ujar Dony pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dony menekankan bahwa BP BUMN bersama Danantara terus mendorong percepatan streamlining BUMN agar penataan entitas usaha dapat memberikan dampak nyata terhadap efisiensi, tata kelola, dan daya saing perusahaan.
Dengan langkah ini, Pertamina diharapkan dapat semakin fokus menjalankan perannya sebagai BUMN energi strategis yang mendukung ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Program ini menandai upaya berkelanjutan Pertamina untuk memperkuat struktur internalnya, sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika pasar energi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
