Bea Cukai Gagalkan 2,2 Juta Rokok Ilegal di Banjarbaru
Gambar atau konten salah?
Petugas Bea Cukai kembali menggagalkan peredaran rokok ilegal. Kali ini, operasi dilakukan di Kalimantan Selatan. Sebanyak 2,2 juta batang rokok tanpa pita cukai berhasil diamankan sebelum sempat beredar di pasaran.
Kejadian bermula pada Kamis, 30 Juli 2026, pukul 10.00 WITA. Tim P2 Bea Cukai Kanwil Kalbagsel tengah melakukan patroli rutin di sekitar landasan Ulin Selatan, Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Saat itu, mereka memantau aktivitas bongkar muat paket barang di sebuah ekspedisi. Beberapa paket mencurigakan. Setelah diperiksa, isinya ternyata rokok tanpa pita cukai.
Petugas lalu mendapatkan informasi bahwa seseorang yang mengaku sebagai penerima barang sempat datang ke lokasi. Orang itu kemudian pergi sebentar untuk mencari pikap. Tim segera melakukan penyisiran di sekitar ekspedisi. Mereka melihat seseorang yang mencurigakan.
"Lalu mengonfirmasi kepada yang bersangkutan apakah benar sebagai penerima barang di ekspedisi A dengan memperkenalkan diri, menunjukkan Surat Perintah serta ID Card petugas Bea dan Cukai," demikian bunyi keterangan resmi yang diterima.
Orang tersebut, yang diketahui berinisial F, mengakui bahwa dialah penerima paket rokok di ekspedisi A. Petugas kemudian mendatangi gudang ekspedisi untuk melakukan pemeriksaan bersama. Hasilnya, semua paket rokok yang dipesan dan diterima oleh F tidak dilekati pita cukai.
"Kedapatan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau tanpa dilekati pita cukai sebanyak 143 koli untuk selanjutnya dilakukan penindakan serta penegahan atas barang tersebut," jelas keterangan itu.
Total barang bukti yang diamankan mencapai 114.400 bungkus, atau setara dengan 2.288.000 batang rokok. Dari pengungkapan ini, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp2.222.646.800.
Angka tersebut menunjukkan betapa besar dampak ekonomi dari peredaran rokok ilegal. Setiap batang rokok yang beredar tanpa pita cukai berarti negara kehilangan penerimaan dari sektor cukai. Operasi ini menjadi salah satu upaya untuk menekan kebocoran tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait