BEI Hapus 18 Perusahaan dari Bursa, 7 di Antaranya Bangkrut

Rini S. · 4 min baca · 32 menit lalu · 21 dibaca
Bisik.id
BEI Hapus 18 Perusahaan dari Bursa, 7 di Antaranya Bangkrut

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia atau BEI mengumumkan akan menghapus pencatatan saham sebanyak 18 perusahaan pada 10 November 2026. Dari jumlah itu, tujuh perusahaan dinyatakan bangkrut. Sebelas lainnya sudah tidak diperdagangkan selama lebih dari 50 bulan.

Di antara perusahaan yang akan dihapus, ada nama-nama besar. PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, raksasa tekstil, masuk daftar. Juga PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. Keduanya delisting karena pailit.

Aturan mainnya jelas. BEI punya Peraturan Bursa Nomor I-N. Di dalamnya, ketentuan III.1.3.1 bicara soal perusahaan yang kondisinya buruk dan tak menunjukkan tanda pemulihan. Lalu III.1.3.2 menyebut saham sudah disuspensi di pasar reguler dan tunai selama 24 bulan terakhir.

Sebelum benar-benar dihapus, BEI mewajibkan perusahaan-perusahaan ini membeli kembali sahamnya. Masa buyback dimulai 11 Mei sampai 9 November 2026.

"Bursa memutuskan Penghapusan Pencatatan Efek (Delisting) kepada Perusahaan Tercatat yang efektif tanggal 10 November 2026," tulis BEI dalam pengumuman resmi.

Berikut tujuh perusahaan yang delisting karena pailit:

  • COWL - PT Cowell Development Tbk
  • MTRA - PT Mitra Pemuda Tbk
  • SRIL - PT Sri Rejeki Isman Tbk
  • TOYS - PT Sunindo Adipersada Tbk
  • SBAT - PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk
  • TDPM - PT Tianrong Chemicals Industry Tbk
  • TELE - PT Omni Inovasi Indonesia Tbk

Lalu 11 perusahaan yang sudah lama disuspensi:

  • LCGP - PT Eureka Prima Jakarta Tbk
  • SUGI - PT Sugih Energy Tbk
  • MABA - PT Marga Abhinaya Abadi Tbk
  • LMAS - PT Limas Indonesia Makmur Tbk
  • SKYB - PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk
  • ENVY - PT Envy Technologies Indonesia Tbk
  • GOLL - PT Golden Plantation Tbk
  • PLAS - PT Polaris Investama Tbk
  • TRIL - PT Triwira Insanlestari Tbk
  • UNIT - PT Nusantara Inti Corpora Tbk
  • DUCK - PT Jaya Bersama Indo Tbk

Selain soal delisting, BEI juga memperbarui daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi. Istilahnya high shareholding concentration atau HSC. Jumlahnya bertambah dari 82 menjadi 83.

Tambahan terbaru adalah PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk atau MKNT. Berdasarkan data BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia per 5 November 2026, sebanyak 99,64% saham MKNT dikuasai segelintir pemegang saham.

BEI menegaskan, masuk dalam kategori HSC bukan berarti ada pelanggaran aturan pasar modal. Ini hanya soal konsentrasi kepemilikan.

Berikut daftar lengkap 83 saham HSC:

  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  • PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  • PT Golden Flower Tbk (POLU)
  • PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  • PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  • PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  • PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  • PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  • PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  • PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  • PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  • PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  • PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  • PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  • PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  • PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  • PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  • PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  • PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  • PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  • PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  • PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
  • PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  • PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  • PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  • PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  • PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  • PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  • PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  • PT Siantar Top Tbk (STTP)
  • PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  • PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  • PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  • PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  • PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  • PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  • PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
  • PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
  • PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  • PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
  • PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
  • PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
  • PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  • PT Charnic Capital Tbk (NICK)
  • PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
  • PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
  • PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
  • PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  • PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
  • PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
  • PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS)
  • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  • PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  • PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
  • PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
  • PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
  • PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
  • PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
  • PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
  • PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
  • PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
  • PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
  • PT Temas Tbk (TMAS)
  • PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  • PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO)
  • PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)

Dua hal terjadi bersamaan. BEI membersihkan saham-saham yang sudah mati. Di sisi lain, daftar saham dengan kepemilikan super-terkonsentrasi justru bertambah. Ini menunjukkan pasar modal Indonesia masih punya banyak perusahaan yang dikuasai segelintir pemilik. Sementara perusahaan yang bangkrut atau mandek akhirnya harus keluar dari bursa.

delisting BEIpailitbuyback sahamkonsentrasi kepemilikan sahamSritexsuspensi sahamHSC

Komentar

Memuat komentar...