Berbagai Susu Olahan: Proses, Penyimpanan, dan Penggunaan
Gambar atau konten salah?
Di rak minimarket atau supermarket, produk olahan susu hadir dalam banyak bentuk. Ada Susu pasteurisasi, Susu UHT, Susu bubuk, hingga Susu kental manis. Meski sama-sama berasal dari susu, masing-masing produk memiliki proses pengolahan, komposisi, serta karakter penggunaan yang berbeda.
Perbedaan tersebut membuat setiap produk punya fungsi tersendiri, mulai dari dikonsumsi langsung hingga digunakan sebagai campuran makanan dan minuman. Karena itu, label dan kategori pada produk olahan susu biasanya disesuaikan dengan karakter serta tujuan penggunaannya.
Susu pasteurisasi dipanaskan pada suhu tertentu untuk mengurangi mikroorganisme berbahaya tanpa menghilangkan karakter dasar susunya. Proses pemanasannya lebih ringan, sehingga produk ini perlu disimpan pada suhu dingin sekitar 2‑6 derajat Celsius. Masa simpan relatif singkat, mulai dari beberapa hari hingga sekitar dua minggu tergantung proses dan kemasan. Biasanya susu pasteurisasi diproses dengan LTLT atau HTST, dan dapat bertahan 7‑14 hari di kulkas.
Susu UHT (Ultra High Temperature) diproses pada suhu sangat tinggi dalam waktu singkat. Proses sterilisasi dan pengemasan aseptik membuat susu UHT dapat disimpan pada suhu ruang sebelum dibuka. BPOM menjelaskan produk UHT umumnya memiliki masa simpan beberapa bulan selama kemasan tetap dalam kondisi baik dan belum dibuka. Suhu UHT biasanya 135‑150 derajat Celsius selama 2‑5 detik.
Susu bubuk dibuat melalui proses pengurangan kadar air dari susu hingga berbentuk bubuk. Kadar air yang lebih rendah membuat produk lebih praktis disimpan dan memiliki daya simpan lebih panjang dibanding sebagian produk susu cair. Biasanya susu bubuk disimpan di tempat kering dan terlindung dari kelembaban.
Menurut BPOM, Susu kental manis (SKM) merupakan produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari susu dan ditambahkan gula. Produk ini umumnya memiliki kadar lemak susu tertentu sesuai standar yang berlaku. Dalam penggunaannya, susu kental manis lebih sering dimanfaatkan sebagai campuran makanan atau minuman, seperti topping roti, campuran kopi, hingga pelengkap dessert. Kandungan gula dan kadar air yang lebih rendah juga membuat produk memiliki daya simpan relatif lebih panjang dalam kemasan tertutup dibanding susu cair. Susu kental manis sering ditambahkan ke kopi susu, es krim, atau kue.
Secara umum, perbedaan kadar air, proses pemanasan, dan pengemasan menjadi faktor yang memengaruhi cara peny
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebiasaan Minum Kopi yang Harus Dihindari: 5 Tips Sehat
Kacang Mete: Manfaat Sehat untuk Jantung, Gula, dan Berat Badan
Makanan Sederhana Bantu Pertumbuhan Otot dengan Nutrisi Seimbang
Café di Panas: Cara Sehat Menikmati Kopi Tanpa Dehidrasi
Diet Apel & Selai Kacang Jadi Favorit K-Pop Terbaru
Berapa Banyak Telur Harus Dikonsumsi? Rekomendasi Ahli Gizi
Berita Terbaru
Balik Nama Motor Bekas Tak Perlu BBNKB, Proses Ringkas
Honda Racing Dominasi Mandalika Festival Speed 2026
Grup H Piala Dunia: 0-0 Spain/Togo, 1-1 Saudi/Uruguay
Bayi Ditemukan di Kantong Plastik Merah Lampung Timur
Danantara Jual Obligasi US$1,5 Miliar, Investor Asing Tertarik
Hipertensi: Pembunuh Diam, Kasus Deborah di Georgia
Tugu Soeharto di Bendan Duwur: Monumen Sakral di Sungai