Bessent Kritik Proyeksi IMF, Anggap Reaksi Berlebihan

Ningsih R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Bessent Kritik Proyeksi IMF, Anggap Reaksi Berlebihan

Gambar atau konten salah?

Scott Bessent mengkritik proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang diperkirakan oleh IMF akibat konflik di Timur Tengah. Ia menilai bahwa pemangkasan proyeksi tersebut terlalu drastis.

Menurut IMF, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan turun menjadi sekitar 3 % pada tahun 2026 karena ketegangan antara AS dan Iran. Bessent menyatakan bahwa reaksi ini adalah reaksi berlebihan.

"Saya pikir mereka mungkin bereaksi berlebihan, tetapi kita lihat saja nanti," kata Bessent. Ia menyoroti bahwa banyak negara di Eropa dan Asia sudah menerapkan subsidi publik dan industri untuk menanggulangi gangguan pasokan energi yang memicu inflasi terus-menerus.

Menurutnya, AS dapat melewati siklus kenaikan harga minyak tanpa perlu subsidi yang dapat meningkatkan pinjaman dan inflasi. Ia menegaskan bahwa pemerintahnya mampu mengelola situasi ini.

Bessent juga mengingatkan para pemimpin IMF dan World Bank untuk tetap fokus pada misi inti: menjaga stabilitas dan pembangunan makroekonomi. Ia menilai bahwa kedua lembaga tersebut kini selaras dengan prioritas dan kepentingan AS.

Ia memuji keputusan World Bank untuk mengakhiri larangan proyek tenaga nuklir. Selain itu, Bessent mengklaim berhasil membawa Venezuela kembali ke sistem keuangan global.

Ia juga meminta IMF menjual lapangan golf di pinggiran Maryland. "Kami tetap berhubungan erat," ujarnya. "Saya pikir mereka memahami sudut pandang AS, dan saya pikir mereka ingin menjadi mitra yang baik. Saya pikir ada beberapa keengganan dan beberapa ... penyingkiran program-program masa lalu, tetapi saya pikir kita sekarang sangat selaras," pungkasnya.

Kesimpulannya, kritik Bessent menyoroti ketidaksetujuan terhadap proyeksi IMF dan menegaskan keyakinan bahwa AS dapat mengelola dampak ekonomi tanpa subsidi besar, sambil menekankan pentingnya kerja sama internasional yang selaras dengan kepentingan nasional.

IMFproyeksi pertumbuhaninflasikonflik Timur Tengahsubsidi energiWorld BankVenezuela

Komentar

Memuat komentar...