BGN Bentuk Dewan Pengawas, Libatkan Ahli Gizi hingga Chef
Gambar atau konten salah?
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan pembentukan Dewan Pengawas yang akan diisi oleh para profesional di berbagai bidang. Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa dewan ini nantinya akan terdiri dari ahli gizi, dokter anak, dokter kandungan, hingga chef. Langkah ini diambil untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Juli 2025, Sudaryono menjelaskan alasan pemilihan anggota dewan tersebut. "Jadi yang Dewan Pengawas, ini memang kita sedang, kita intinya ingin diawasi oleh orang-orang yang kompeten. Ya, salah satunya kami ingin mengusulkan nanti beberapa ahli gizi, kemudian ada dokter anak, ada dokter gizi, ada dokter kandungan. Ya, memang perlu untuk kita, termasuk juga chef untuk bisa ngasih tips dan lain-lain," ujarnya.
Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap masukan dari para profesional. Hal ini penting agar program gizi nasional dapat berjalan tepat sasaran. Dalam waktu dekat, BGN bersama Kementerian Kesehatan akan mengadakan pertemuan dengan para ahli gizi, asosiasi terkait, dan chef. "Jadi, kami sangat membuka diri terhadap segala masukan dan khususnya kami sangat, kami pasti akan sangat bersyukur manakala kita dibantu oleh tenaga-tenaga profesional yang betul-betul ahli di bidang itu," beber ia.
Pembentukan Dewan Pengawas ini muncul setelah Nanik S Deyang mundur dari posisi Kepala BGN. Nanik mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Sudaryono kemudian menggantikannya. Dalam pernyataannya melalui akun Facebook resmi pada Rabu, 22 Juli 2026, Nanik menyebut kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas. "Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," tulis Nanik.
Dewan Pengawas BGN dirancang untuk mengawasi jalannya program gizi nasional. Dengan melibatkan berbagai ahli, mulai dari medis hingga kuliner, diharapkan program ini bisa berjalan lebih efektif. Kehadiran chef misalnya, bisa memberikan masukan praktis tentang pengolahan makanan bergizi. Sementara dokter anak dan kandungan memastikan asupan gizi sesuai kebutuhan kelompok usia tertentu. Semua ini adalah upaya agar bantuan gizi benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Chemical & Agritech Expo 2026 Resmi Dibuka
RailwayTech & INAMARINE 2026 Siap Digelar di Jakarta
GEM Indonesia Gelar Pameran Kereta Api & Maritim 2026
Garuda-Saudia Perluas Rute, Targetkan Haji Lebih Murah
Sekolah Rusak, BGN: Tak Ada Kaitan dengan MBG
PELNI Siapkan Rp4,5 Triliun untuk Tiga Kapal Baru