BGN Klarifikasi Data 13.000 SPPG, Bukan Semua Siap Beroperasi

Eko P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BGN Klarifikasi Data 13.000 SPPG, Bukan Semua Siap Beroperasi

Gambar atau konten salah?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan klarifikasi mengenai kabar yang menyebut 13.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan segera dibuka. Ia menegaskan bahwa angka tersebut tidak berarti semua dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan beroperasi dalam waktu dekat.

Menurut Sudaryono, data 13.000 SPPG yang beredar mencakup berbagai tahap kesiapan. Mulai dari yang baru sekadar titik lokasi di peta hingga yang benar-benar sudah selesai dibangun. Pernyataan ini ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 06 Agustus 2026.

"Jadi sempat ramai, Pak Menko seolah-olah menyatakan kita membuka segera 13.000 dapur. Bukan seperti itu. Dalam data kami, memang ada sekitar 13.000 lebih dapur dengan status yang berbeda-beda. Ada yang baru berupa titik, ada juga yang sudah selesai," ujar Sudaryono.

Saat ini, BGN tengah mencocokkan data SPPG dengan data dari Kementerian Kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk menentukan wilayah mana yang menjadi prioritas utama. Fokus utama diarahkan pada daerah-daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Papua.

"Insyaallah minggu depan, kami akan mulai merilis dapur yang sudah siap secara bertahap. Dari data overlay yang kami miliki, ada sekitar 1.700 dapur yang sudah jadi dan tinggal dioperasionalkan. Dapur-dapur ini berada di daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi," tambah Sudaryono.

Pembukaan dapur MBG ini tidak dilakukan serentak. BGN merencanakan aktivasi secara bertahap. Pada minggu depan, sekitar 300 SPPG akan diaktifkan terlebih dahulu. Aktivasi akan berlanjut pada minggu-minggu berikutnya. Ribuan titik dapur lain yang belum menjadi prioritas mendesak akan terus diproses secara bertahap.

"Nanti kita bereskan secara bertahap. Mungkin minggu depan kita aktivasi sekitar 300-an. Minggu depannya lagi begitu seterusnya. Dari total 13.000 ini, yang memang belum perlu segera, akan kita sisir semua," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sempat menyoroti nasib 13.000 SPPG yang dinilai boros. Ia menjelaskan bahwa penanganan ribuan titik dapur MBG ini akan dibagi menjadi dua kategori utama. Kategorisasi didasarkan pada tingkat prioritas wilayah, terutama daerah dengan angka stunting tinggi atau yang berada di zona merah.

Zulkifli Hasan mengatakan, untuk SPPG yang berada di wilayah tertinggal dan daerah dengan kasus stunting tinggi, seperti Papua, Papua Pegunungan, dan NTT, pemerintah menargetkan penyelesaian dalam waktu satu bulan.

"Itu nasibnya bagaimana? Kita bagi dua. Yang daerah tertinggal, yang tadi digambarkan oleh Mas Dar (Kepala BGN) dan Menkes, stuntingnya tinggi. Kalau di peta itu daerah merah, itu prioritas. Misalnya Papua Pegunungan, NTT, Papua-Papua dan NTT. Nah ini kita akan selesaikan sebulan ini," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Juli 2026.

Rencana pembukaan 13.000 SPPG ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di platform X. Banyak warganet yang mengaitkan isu ini dengan rekrutmen tenaga kerja untuk dapur-dapur tersebut. Beberapa komentar bernada sinis pun bermunculan.

"Gugur 833, tumbuh 13000. Gapapa, bangunnya pake uang rakyat kok, bukan uang pribadi," tulis akun @ardi******.

"Ga mungkin nambah dapur, ga rekrut kepala dapurnya," tulis akun wira*****.

Intinya, pemerintah memastikan bahwa pembukaan ribuan dapur MBG tidak akan dilakukan secara mendadak. Prosesnya akan bertahap dan diprioritaskan untuk daerah dengan angka stunting tinggi. Data 13.000 SPPG yang beredar merupakan akumulasi dari berbagai tahap kesiapan, bukan angka dapur yang siap beroperasi dalam waktu dekat.

13.000 SPPGMakan Bergizi GratisStuntingPrioritasTahapanData DapurKlarifikasi

Komentar

Memuat komentar...