BGN Larang Siswa Bawa Pulang Makan MBG

Maya K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BGN Larang Siswa Bawa Pulang Makan MBG

Gambar atau konten salah?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meminta para siswa untuk tidak membawa pulang makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Imbauan ini disampaikan setelah ia menyoroti kasus dugaan keracunan yang terjadi di Jayapura, Papua.

Menurut Sudaryono, insiden keracunan itu tidak boleh terulang lagi. Ia berjanji akan memperketat pengawasan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan program. Dari hasil investigasi, diketahui bahwa masalahnya bermula dari proses memasak menu MBG yang terlalu cepat dari jadwal seharusnya.

Makanan tersebut ternyata sudah mulai dimasak sejak pukul 07.00 malam pada hari sebelumnya. Padahal, makanan itu baru disajikan dan dikonsumsi keesokan harinya sekitar pukul 11.00 siang. Artinya, ada jeda waktu yang cukup panjang antara proses memasak dan waktu konsumsi.

"Ini kita ngomongin yang Papua ya, jadi masaknya kecepatan. Kemudian sudah dibawa dalam kondisi rusak dan beberapa laporan yang kami terima masih kami validasi lagi adalah ada anak yang membawa pulang MBG-nya," ujar Sudaryono di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 06 Agustus 2026.

Untuk mencegah kejadian serupa, Sudaryono memastikan bahwa proses pengiriman hingga makanan dikonsumsi harus sesuai standar yang ketat. Batas waktu maksimal dari makanan matang hingga dikonsumsi tidak boleh lebih dari 4 jam. Hal ini penting karena makanan MBG tidak mengandung bahan pengawet.

"Jadi, semua pengiriman itu kapan matang sampai dengan dikonsumsi sesuai standar tidak boleh lebih dari 4 jam. Kalau tidak salah sehingga ada best before atau kalau di makanan itu kan ada sebaiknya dikonsumsi sebelum," beber Sudaryono.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Sudaryono berencana memperkuat fungsi edukasi di lingkungan sekolah. Ia akan menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewujudkannya. Para guru yang mengajar di kelas diminta untuk ikut makan bersama para siswa.

Selain itu, kehadiran guru juga difungsikan untuk memberikan edukasi gizi secara langsung kepada anak-anak. Melalui pengawasan ini, guru diimbau untuk mewanti-wanti para siswa agar menghabiskan makanan di sekolah. Guru juga dilarang keras membiarkan siswa membawa pulang makanan tersebut.

Sudaryono menyebut rencana itu sudah disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

"Selain itu juga memberikan edukasi barang ini jangan kamu bawa pulang atau maksud saya. Ini penting untuk tidak dibawa pulang. Jangan sampai ini kan namanya MBG ini kan tidak ada pengawetnya. Jadi sudah pasti cepat kalau memang tidak sesuai apalagi daerahnya panas ini ada suhu dan lain-lain itu kan memicu ada perkembangbiakan bakteri," imbuh Sudaryono.

Program MBG memang tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga makanan mudah rusak jika tidak segera dikonsumsi. Terlebih di daerah dengan suhu panas, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat. Oleh karena itu, aturan ketat tentang waktu konsumsi dan larangan membawa pulang makanan menjadi kunci agar program ini berjalan aman dan bermanfaat bagi siswa.

Makan Bergizi GratiskeracunanJayapuraStandar Operasional Proseduredukasi gizipengawasanbakteri

Komentar

Memuat komentar...