BGN Tegaskan Tanpa Paksaan MBG, Anak Kaya Bisa Menolak

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
BGN Tegaskan Tanpa Paksaan MBG, Anak Kaya Bisa Menolak

Gambar atau konten salah?

BGN menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menegaskan kebijakan yang sudah berjalan. Menurut Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang, sejak awal program ini diizinkan bagi siapa saja yang mampu memenuhi kebutuhan gizinya sendiri untuk menolak MBG. Penerima manfaat yang dapat makan sehat tanpa bantuan negara dapat memilih tidak menerima MBG.

Anggaran MBG akan makin efisien bila ada pihak yang mampu memenuhi gizinya sendiri memutuskan untuk tidak menerima MBG,” kata Nanik. Ia menegaskan bahwa tidak ada paksaan bagi orang yang mampu untuk menerima MBG. “Apa yang disampaikan presiden sudah benar, memang tidak ada paksaan,” tegas Nanik.

Prabowo sebelumnya menyatakan tidak keberatan jika anak orang kaya menolak MBG. Ia menekankan bahwa banyak sekolah yang menolak MBG karena mayoritas siswanya berasal dari keluarga kaya. Menurutnya, tidak masalah bila orang kaya merasa tidak perlu MBG dan tidak akan memaksa semua pihak menerima program tersebut.

Prabowo menjelaskan tujuan MBG adalah agar anak-anak sekolah di Indonesia menjadi kuat, rajin belajar, dan semangat bersekolah. Ia menyampaikan hal ini saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo pada Sabtu, 10 Mei 2026.

Di video yang disiarkan secara virtual, Prabowo berkata: “Yang tidak perlu nggak apa-apa ya kan, kalau anak-anak orang kaya nggak perlu (MBG), nggak apa-apa. Benar, nggak dipaksa. Tapi kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak kita rajin belajar.”

Selama kunjungan, Prabowo bertanya kepada warga setempat apakah MBG sudah tersedia di lokasi tersebut. Ia mendengar beberapa masyarakat mengeluh belum mendapatkan MBG. Prabowo berjanji akan mencatat keluhan tersebut dan segera membuka akses MBG ke seluruh bagian Gorontalo.

Ia menegaskan bahwa semua sekolah yang merasa perlu MBG akan dijamin mendapatkannya. “Bagaimana di Gorontalo? MBG sudah ada di sekolah-sekolah? Ada yang belum? Ada yang belum? Ya, nanti yang belum dicatat ya segera. Kita segera pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG semuanya,” ujar Prabowo.

Program MBG dirancang untuk memperkuat gizi anak sekolah, namun kebijakan ini tetap memberi kebebasan bagi keluarga yang mampu. Dengan menolak MBG, mereka dapat mengalokasikan anggaran lain atau memilih program gizi lain yang sesuai kebutuhan. Pihak BGN menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengurangi hak anak-anak yang kurang mampu untuk tetap menerima bantuan.

Prabowo menekankan bahwa tidak ada paksaan dan kebijakan ini bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran serta memberikan kebebasan kepada keluarga. Sementara BGN memastikan bahwa program tetap berjalan untuk anak-anak yang membutuhkan, menyesuaikan penawaran sesuai kemampuan masing‑masing.

BGNMBGPrabowo SubiantoKebijakan Makan Bergizi GratisKebebasan Menerima MBGGorontaloEfisiensi Anggaran

Komentar

Memuat komentar...