Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2025 Setelah Uji Lapangan
Gambar atau konten salah?
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menegaskan bahwa pelaksanaan biodiesel B50 akan dimulai pada 1 Juli 2025 jika uji teknis di lapangan tidak menunjukkan kendala. Uji ini mencakup kapal, alat berat, dan kereta api.
Ia menyatakan, “Kalau dia (B50) sesuai schedule, enggak ada soal, 1 Juli penerapannya,” ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, pada 11 Mei 2026. Ucapan tersebut menandai komitmen pemerintah untuk melanjutkan rencana tersebut.
Namun, bila ditemukan masalah pada mesin yang diuji, Bahlil mengingatkan bahwa jadwal penerapan dapat disesuaikan. Ia berkata, “Tapi tatkala dalam pengujian itu ada mesinnya mungkin enggak pas, kita akan melakukan penyesuaian.”
Pengumuman sebelumnya menyebutkan bahwa biodiesel B50 akan diberlakukan mulai 1 Juli 2026 untuk semua sektor, mulai kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, hingga perkeretaapian.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa program B50 adalah hasil pengembangan pemerintah selama lebih dari 15 tahun. Ia menegaskan, “Ini semua dipakai, semua sektor dipakai. Jadi, ini kita bersama-sama pantau karena memang ini adalah satu kegiatan yang tidak ada contohnya,” saat berbicara di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, pada 27 April 2026.
Eniya menambahkan, “Jadi kita melihatnya bahwa uji‑uji ini semua dilakukan secara terbuka, dan nanti juga berlakukan untuk semua sektor. Jadi tidak ada yang satu misalnya masih B40, yang satu lalu B50, itu tidak ada. Semua serentak B50, karena infrastruktur yang kita punya juga lebih mudah untuk kita menerapkan satu formula,” tegasnya.
Ia juga menginformasikan bahwa implementasi B50 secara nasional akan dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM. Rencana publikasi Permen tersebut akan dilaksanakan sebelum Juli 2026.
“Pencampuran ini 50-50, nanti spesifikasi campurannya itu juga kita akan keluarkan. Jadi nanti sebelum 1 Juli kita akan mengeluarkan ketentuan di situ,” terangnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa regulasi teknis akan disiapkan sebelum tanggal penerapan.
Dengan demikian, pemerintah menyiapkan langkah terukur untuk memperkenalkan biodiesel B50 ke seluruh sektor transportasi. Uji lapangan yang transparan dan regulasi yang akan datang diharapkan dapat memfasilitasi transisi energi bersih secara nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo: Banyak Pihak Remehkan Swasembada Pangan
Prabowo Klaim Petani Makin Kaya, Buktinya Beli Motor dan Mobil
1,8 Juta Wajib Pajak Dapat Email Tagihan Pajak dari DJP
Menteri Ferry Resmikan Kampus Unpad Jakarta di Kuningan
KPK Ajukan Tambahan Anggaran ke Menkeu untuk 2026-2027
Indonesia Luncurkan SRUK, Target Investasi Karbon Rp Ratusan Triliun
Berita Terbaru
Roberto Lopes Sentuh Messi untuk Cek Apakah Dia Manusia
Indonesia Luncurkan SRUK, Dorong Transaksi Karbon
Wabup Gianyar Jawab Fraksi, 12 Kali WTP Berturut-turut
BLT Kesra Rp 900 Ribu Belum Pasti Cair Juli 2026
Konter Pulsa di Klaten Dibobol Maling, 633 Voucher Raib
DPC Surabaya Dukung Emil Kembali Pimpin Demokrat Jatim
Merino: Tak Ada Tim Superior di Piala Dunia 2026
Satelit Tetap Andalan Konektivitas di Daerah 3T