BMKG Peringatkan 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob

Rizki W. · 5 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BMKG Peringatkan 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob

Gambar atau konten salah?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di 18 wilayah pesisir Indonesia. Fenomena ini dipicu oleh dua peristiwa astronomi yang terjadi hampir bersamaan: Bulan perigee dan Bulan baru pada 14 Juli 2026. Akibatnya, ketinggian air laut maksimum diperkirakan meningkat secara signifikan dalam rentang waktu 9 hingga 22 Juli 2026.

BMKG menjelaskan bahwa perigee adalah fase ketika jarak antara Bumi dan Bulan mencapai titik terdekatnya. Sementara itu, Bulan baru terjadi ketika posisi Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga tampak gelap dari permukaan Bumi. Kedua fenomena ini, jika terjadi bersamaan, memperkuat gaya gravitasi yang bekerja pada lautan.

Gaya gravitasi dari Bulan dan Matahari inilah yang menjadi motor utama pasang surut air laut. Ketika Bulan dan Matahari berada dalam posisi lebih dekat ke Bumi, tarikan gravitasinya menjadi lebih besar. Akibatnya, air laut seolah "ditarik" bolak-balik mengikuti pergerakan benda-benda langit tersebut. Fenomena ini menciptakan gelombang pasang panjang di sekitar planet.

Dalam setahun, biasanya terjadi 6 hingga 8 kali peristiwa di mana Bulan baru atau Bulan purnama bertepatan dengan perigee. Momen ini memicu yang disebut sebagai pasang surut perigee. Artinya, air pasang bisa naik jauh lebih tinggi dari rata-rata tahunan. Ketika kondisi ini ditambah dengan faktor perubahan musiman dan kenaikan muka air laut rata-rata, risiko banjir di wilayah pesisir dataran rendah menjadi semakin nyata.

BMKG memprediksi banjir pesisir atau yang akrab disebut banjir rob ini akan semakin sering terjadi. Penyebab utamanya adalah kenaikan permukaan air laut relatif terhadap daratan. Berikut adalah rincian 18 daerah yang berpotensi terdampak beserta jadwalnya:

  1. Pesisir Aceh (9-17 Juli 2026): Wilayah pesisir Lhokseumawe.
  2. Pesisir Sumatera Utara (12-18 Juli 2026): Mencakup pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
  3. Pesisir Kepulauan Riau: Pesisir Batam pada 13-20 Juli 2026, dan pesisir Karimun pada 12-19 Juli 2026.
  4. Pesisir Sumatera Barat (14-17 Juli 2026): Meliputi pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, serta Kepulauan Mentawai (Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora).
  5. Pesisir Jambi (9-19 Juli 2026): Pesisir Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
  6. Pesisir Kepulauan Bangka Belitung (12-17 Juli 2026): Wilayah pesisir Bangka dan Belitung.
  7. Pesisir Banten: Perairan Utara Serang (Kecamatan Kasemen, Pontang, Tirtayasa) pada 11-15 Juli 2026. Selat Sunda Barat Pandeglang (Kecamatan Labuan) pada 16 Juli 2026. Pesisir Selatan Pandeglang (Kecamatan Cikeusik) pada 12-17 Juli 2026. Perairan Selatan Lebak (Kecamatan Bayah) pada 12-17 Juli 2026.
  8. Pesisir Jakarta (9-16 Juli 2026): Meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, Penjaringan, dan Kalibaru di Jakarta Utara.
  9. Pesisir Jawa Barat: Pada 9-16 Juli 2026, wilayah terdampak adalah pesisir Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Kemudian pada 14-18 Juli 2026, giliran pesisir Kabupaten Sukabumi, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
  10. Pesisir Jawa Tengah: Periode 11-21 Juli 2026 meliputi pesisir Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kota dan Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kendal, serta Jepara. Sementara pada 13-18 Juli 2026, giliran pesisir Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.
  11. Pesisir Jawa Timur: Pesisir timur Surabaya (Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo) pada 13-16 Juli 2026, dan pesisir Pelabuhan Surabaya pada 11-17 Juli 2026.
  12. Pesisir Bali (12-19 Juli 2026): Pesisir selatan Bali yang meliputi Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana.
  13. Pesisir Nusa Tenggara Barat (10-18 Juli 2026): Pesisir Lembar dan Bima.
  14. Pesisir Kalimantan Utara (15-19 Juli 2026): Perairan Tarakan.
  15. Pesisir Kalimantan Barat (13-18 Juli 2026): Sebagian kecil bantaran Sungai Kapuas.
  16. Pesisir Kalimantan Tengah (14-20 Juli 2026): Pesisir Kumai, Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pembuang, Sampit, dan Kapuas Pesisir.
  17. Pesisir Sulawesi Utara: Pada 13-18 Juli 2026, pesisir Kepulauan Sangihe. Pada 14-18 Juli 2026, pesisir Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, Manado, dan Kepulauan Sitaro. Pada 14-17 Juli 2026, pesisir Bitung dan Kema, Minahasa Utara, serta Kepulauan Talaud. Pada 14-16 Juli 2026, pesisir Minahasa Tenggara.
  18. Pesisir Maluku: Pesisir Ambon dan Maluku Tengah pada 8-20 Juli 2026. Pesisir Seram Bagian Timur pada 8-22 Juli 2026. Pesisir Kepulauan Kai pada 12-17 Juli 2026. Pesisir Kepulauan Aru pada 8-21 Juli 2026. Pesisir Kepulauan Tanimbar pada 13-18 Juli 2026.

BMKG merujuk pada data dari Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) untuk menjelaskan mekanisme di balik peristiwa ini. Sekitar 6 hingga 8 kali dalam setahun, Bulan baru atau Bulan purnama bertepatan dengan perigee. Kombinasi ini memicu pasang surut perigee, di mana tinggi pasang bisa melampaui batas normal tahunan.

Ketika pasang surut perigee ini berpadu dengan faktor perubahan musiman dan kenaikan muka air laut rata-rata, maka banjir di wilayah pesisir dataran rendah menjadi sulit dihindari. BMKG memperingatkan bahwa frekuensi banjir rob diprediksi akan terus meningkat seiring dengan naiknya permukaan laut relatif terhadap daratan.

Beberapa wilayah yang masuk dalam daftar memiliki jadwal spesifik. Misalnya, pesisir Aceh diperkirakan terdampak pada 9-17 Juli 2026, khususnya di Lhokseumawe. Di Sumatera Utara, daerah yang perlu waspada adalah pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan pada 12-18 Juli 2026. Pesisir Kepulauan Riau terbagi menjadi dua: Batam pada 13-20 Juli dan Karimun pada 12-19 Juli 2026.

Di Sumatera Barat, ancaman datang pada 14-17 Juli 2026. Wilayah yang disebutkan meliputi pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai (Pulau Pagai, Siberut, Sipora). Pesisir Jambi, khususnya Tanjung Jabung Barat dan Timur, berpotensi terkena dampak lebih lama, yaitu dari 9 hingga 19 Juli 2026. Sementara itu, pesisir Bangka dan Belitung diperkirakan pada 12-17 Juli 2026.

Di Banten, beberapa titik rawan tersebar. Perairan Utara Serang (Kecamatan Kasemen, Pontang, Tirtayasa) pada 11-15 Juli 2026. Selat Sunda Barat Pandeglang (Kecamatan Labuan) pada 16 Juli 2026. Pesisir Selatan Pandeglang (Kecamatan Cikeusik) dan Perairan Selatan Lebak (Kecamatan Bayah) sama-sama pada 12-17 Juli 2026. Jakarta sendiri memiliki banyak titik rawan di pesisir utaranya, seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, Penjaringan, dan Kalibaru, dengan periode 9-16 Juli 2026.

Di Jawa Barat, pesisir Kabupaten Bekasi dan Karawang waspada pada 9-16 Juli 2026. Sedangkan pesisir Kabupaten Sukabumi, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, dan Pangandaran pada 14-18 Juli 2026. Untuk Jawa Tengah, periode terpanjang terjadi pada 11-21 Juli 2026 di pesisir Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang, Kendal, serta Jepara. Wilayah Brebes, Tegal (kota dan kabupaten), serta Pemalang menyusul pada 13-18 Juli 2026.

Jawa Timur juga tidak luput. Pesisir timur Surabaya yang meliputi Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo waspada pada 13-16 Juli 2026. Sementara pesisir Pelabuhan Surabaya pada 11-17 Juli 2026. Di Bali, pesisir selatan seperti Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana berpotensi terkena rob pada 12-19 Juli 2026. Nusa Tenggara Barat, khususnya pesisir Lembar dan Bima, pada 10-18 Juli 2026.

Kalimantan Utara, tepatnya perairan Tarakan, pada 15-19 Juli 2026. Kalimantan Barat, sebagian kecil bantaran Sungai Kapuas pada 13-18 Juli 2026. Kalimantan Tengah memiliki beberapa titik, yaitu pesisir Kumai, Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pembuang, Sampit, dan Kapuas Pesisir pada 14-20 Juli 2026. Sulawesi Utara memiliki jadwal yang bervariasi: Kepulauan Sangihe pada 13-18 Juli; Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, Manado, dan Kepulauan Sitaro pada 14-18 Juli; Bitung, Kema, Minahasa Utara, dan Kepulauan Talaud pada 14-17 Juli; serta Minahasa Tenggara pada 14-16 Juli 2026. Maluku menjadi daerah dengan periode terpanjang, yaitu 8-22 Juli 2026, mencakup pesisir Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, dan Kepulauan Tanimbar.

Fenomena ini bukanlah kejadian langka. Kombinasi perigee dan Bulan baru terjadi beberapa kali dalam setahun. Namun, dampaknya bisa berbeda-beda tergantung kondisi geografis dan lokal setiap daerah. Masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan genangan air laut yang lebih tinggi dari biasanya, terutama pada jam-jam pasang.

banjir robBMKGperingatan diniBulan perigeeBulan barupasang surutpesisir Indonesia

Komentar

Memuat komentar...