Dokter di Tegal Lapor Polisi Gegara DM Pasien
Gambar atau konten salah?
Seorang dokter muda di Kota Tegal melaporkan seorang warga yang pernah menjadi pasiennya ke polisi. Laporan ini dipicu oleh pesan langsung atau DM yang dianggap melecehkan profesi dokter.
Dokter tersebut bernama Shella Vina Putri. Ia tinggal di Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Kesehariannya, Shella bekerja di RSUD Brebes. Kekesalannya atas dugaan pelecehan profesi ini sempat ia unggah dalam bentuk video dan menjadi viral. Dalam unggahannya, ia menegaskan akan menempuh jalur hukum.
Shella kemudian menceritakan kronologi kejadiannya. Semua bermula pada Maret 2026, atau sekitar empat bulan lalu. Ia menekankan bahwa kejadian ini tidak ada hubungannya dengan tempatnya bekerja.
"Sebetulnya sih kronologinya sudah lama, di bulan Maret. Dan perlu dicatat, ini tidak ada kaitannya dengan RSUD Brebes ya," kata Shella saat ditemui pada Rabu, 07 Juli 2026.
Perseteruan ini bermula ketika seorang warga berinisial SC membutuhkan pertolongan medis untuk keluarganya. SC kemudian menghubungi Shella agar bisa menangani penyakit tersebut. Shella dikenal sering datang ke rumah pasien untuk membantu.
"Keluarga pasien memanggil saya untuk ke sana. Saya memang terkenal bisa datang ke rumah pasien untuk nolong pasien. Nah, itu rumahnya cukup jauh, Adiwerna. Saya kan di Cabawan tuh. Saat hari Minggu memang mungkin cari dokter susah. Minggu malam kita datang," jelasnya.
Shella menambahkan, biasanya jika ada panggilan, perawatnya yang datang terlebih dahulu. Tujuannya untuk memastikan kondisi pasien dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Memang SOP saya itu adalah perawat saya dulu yang datang ke sana untuk periksa kondisi. Kenapa saya enggak langsung ke sana? Karena banyak sekarang itu scam-scam yang manggil ternyata enggak ada, gitu," terangnya.
"Maka dari itu, pasti tim saya dulu yang datang ke rumah pasien apakah memang betul ada pasiennya atau tidak. Nah, biasanya kalau misalkan memang betul, baru kami langsung atau saya langsung ke sana dengan tim saya lainnya," sambung Shella.
Sesampainya di rumah pasien, ternyata sudah tersedia oksigen dan perlengkapan medis yang lengkap. Pihak keluarga pasien kemudian memutuskan tidak perlu ada penanganan dokter lebih lanjut.
"Ternyata sampai sana, si pasien sudah ada oksigen, sudah lengkaplah, gitu. Setelah itu dari keluarga sepakatnya tidak perlu memanggil dokter, karena butuhnya hanya dinebulizer atau diuap. Karena kalau ada saya kan otomatis biayanya nambah," Shella menambahkan.
Setelah kejadian itu, keluarga pasien masih melakukan konsultasi melalui telepon. Shella sempat menawarkan untuk diperiksa langsung, tetapi tawaran itu ditolak. Shella kemudian menyampaikan biaya untuk pemeriksaan dan lainnya sebesar Rp 400 ribu.
Terkait biaya itu, pasien sempat keberatan. Namun setelah Shella menjelaskan rinciannya, pasien pun menerimanya.
"Nah, biayanya kurang lebih Rp 400.000 selesai. Memang ada komplain, kenapa ada biaya administrasi, kok ada biaya ini itu. Saya jelaskan langsung dan selesai, enggak ada masalahlah gitu," kata Shella.
Beberapa bulan kemudian, pada 04 Juli, ada DM masuk dari SC. Keesokan harinya, 05 Juli, DM masuk lagi dari akun yang sama. Dalam DM tersebut, Shella mengatakan SC melontarkan kata-kata yang mengarah pada perundungan terhadap profesi dokter.
"Saya mengira sudah selesai. Tanggal 4 dan 5 Juli ada DM masuk. Isinya membully profesi saya sebagai dokter," ungkapnya.
Shella pun bereaksi. Ia memberi waktu 1 x 24 jam kepada SC untuk meminta maaf atas isi DM tersebut. Puncaknya, pada Senin, 06 Juli, Shella membuat laporan ke Polres Tegal Kota. Langkah ini diambil karena tidak ada itikad baik dari SC untuk meminta maaf.
"Sudah diberi waktu 1 X 24 jam untuk meminta maaf. Silahkan datang meminta maaf, selesai. Tapi ternyata tidak datang. Akhirnya Senin, 7 Juli sore melaporkan ke Unit PPA Polres Tegal Kota," tandasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Husen Asnawi, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
"Iya benar kita menerima laporan tersebut. Ini baru administrasi lidiknya diajukan," kata Kasat Reskrim Polres Tegal Kota saat dimintai konfirmasi pada Kamis, 09 Juli 2026.
Kasus ini bermula dari panggilan medis yang berujung pada kesalahpahaman soal biaya. Meskipun masalah biaya sempat diselesaikan, pesan singkat yang dikirimkan berbulan-bulan kemudian memicu laporan polisi. Shella menilai pesan tersebut telah melecehkan profesinya sebagai dokter, dan karena tidak ada permintaan maaf, ia memutuskan untuk menempuh jalur hukum.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
McLaren Andra ST Oleng, Tabrak Tiang Listrik
Pajak McLaren Andra ST Rp156 Juta, Kecelakaan 2 Hari Setelah STNK Jadi
BMKG: Sebagian Besar Jawa Tengah Berawan pada Kamis
Camat Boyolali Kirim Video Porno Hanya Ditegur
Makam Tokoh Desa di Pekarangan Masjid Kudus Picu Protes Warga
McLaren Andra ST Hancur Tabrak Tiang Listrik
Berita Terbaru
Dokter di Tegal Lapor Polisi Gegara DM Pasien
47 Kasus HIV Baru di Batu, LSL Sumbang 4
Angin Kencang Majalengka: Bukan Pantai, Tapi Ini Penyebabnya
Courtois Akui Spanyol Lebih Diunggulkan dari Belgia
900 Ular Kabur Akibat Banjir di China
Tumpahan Batu Bara Pangandaran Buktikan Kekhawatiran Nelayan
Gempa 2,6 Guncang Cimahi, BMKG Imbau Warga Tenang
Ibu di Inggris Kaget Lihat Tagihan Fish and Chips
