BPBD Jatim Cegah Karhutla dengan Aplikasi dan Sosialisasi

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BPBD Jatim Cegah Karhutla dengan Aplikasi dan Sosialisasi

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah-langkah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Sosialisasi ke masyarakat dan pemantauan lewat aplikasi menjadi dua cara utama yang dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama banyak pihak. "Upaya mencegah terjadinya karhutla pastinya perlu ada kolaborasi dari semua pihak, ada masyarakat, pemerintah, dunia usaha juga," katanya saat dikonfirmasi pada Kamis, 09 Juli 2026.

Pemantauan dilakukan menggunakan aplikasi bernama Si Pongi. Aplikasi ini bisa mendeteksi titik api di lapangan. "Kita juga bersama dinas kehutanan selalu mengawasi melalui aplikasi Si Pongi. Si Pongi ini merupakan aplikasi yang menunjukkan apabila ada titik api, sehingga perlu dilakukan peninjauan di lapangan. Apabila itu terjadi kebakaran, maka dilakukan langkah-langkah pemadaman," ujar Gatot.

Selain pemantauan digital, BPBD Jatim juga mengadakan sosialisasi rutin setiap tahun di berbagai daerah. Program ini menyasar warga secara langsung. "Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan sosialisasi terus kita lakukan ke warga terhadap potensi ancaman bencana kebakaran pada musim kemarau ini. Sosialisasi kepada masyarakat itu kami lakukan melalui program desa tangguh bencana (desta) juga dengan dinas terkait untuk memberikan edukasi," jelasnya.

Edukasi juga diberikan kepada para pendaki gunung. Petugas di jalur pendakian diminta mengingatkan pendaki agar tidak membuang sampah sembarangan dan memastikan api yang mereka nyalakan benar-benar padam. "Sudah banyak poster-poster dipasang di pos-pos pendakian terkait imbauan menjaga hutan dari kebakaran," tambah Gatot.

Para petani juga menjadi sasaran sosialisasi. Mereka diimbau tidak membuka ladang dengan cara membakar. Jika terlanjur membakar, api harus dipadamkan hingga benar-benar tidak ada sisa titik api. "Dan yang paling penting, semua warga jangan membuang putung rokok sembarangan, karena banyak kasus kebakaran disebabkan oleh putung rokok," lanjutnya.

Gatot mengatakan pihaknya juga menggandeng relawan untuk menjaga kawasan hutan dan lahan, termasuk di wilayah gunung. "Selain dengan aplikasi SiPongi, kita juga bersama teman-teman dinas kehutanan ada masyarakat peduli api. Ada juga relawan, mereka ini kan saling menjaga dan mengontrol kondisi di lapangan apabila ada potensi akan ancaman kebakaran hutan," tandasnya.

Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi saat musim kemarau. Faktor manusia, seperti membuang puntung rokok atau membakar ladang sembarangan, menjadi penyebab utama. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menekan angka kejadian karhutla di Jawa Timur.

pencegahan karhutlasosialisasi masyarakatpemantauan aplikasi Si Pongideteksi titik apiedukasi pendaki gununglarangan bakar ladangkolaborasi multipihak

Komentar

Memuat komentar...