BMKG Prediksi Bediding di Jawa Timur hingga Agustus 2026
Gambar atau konten salah?
BMKG Juanda mengumumkan bahwa fenomena bediding, atau perbedaan suhu yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi, diperkirakan dapat terjadi di Jawa Timur hingga Agustus 2026. Kondisi ini muncul bersamaan dengan musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda, Andrie Wijaya, menjelaskan bahwa suhu dingin pada malam, dini hari, dan pagi adalah hal biasa saat musim kemarau. Ia berkata, "Saat ini Jawa Timur berada pada musim kemarau. Suhu dingin pada malam, dini hari, dan pagi hari diprakirakan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2026." Pernyataan ini dikonfirmasi pada 12 Juni 2026.
Fenomena bediding terjadi karena tutupan awan yang minim. Tanpa awan, panas yang tersimpan di permukaan bumi dilepaskan lebih cepat pada malam hari. Akibatnya, suhu minimum bisa turun hingga 22‑24°C di Surabaya, dan bahkan lebih rendah di dataran tinggi Jawa Timur.
Perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi lebih besar dibandingkan musim hujan. Suhu siang diperkirakan berada di 33‑35°C, dan di beberapa lokasi bisa mencapai 36°C. Jadi, hari terasa panas, namun malam hingga pagi terasa lebih sejuk.
Dengan penjelasan ini, masyarakat dapat menyiapkan diri. Pakaian hangat di malam hari, serta perlindungan dari panas di siang hari, menjadi penting. BMKG menegaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada data dan model iklim yang sudah teruji.
Secara keseluruhan, peringatan BMKG menyoroti perubahan suhu harian yang signifikan selama musim kemarau, memberi masyarakat waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan perlindungan diri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mahasiswa Bondowoso Rebut Janji PBB Bebas bagi Miskin
Tanggul Titik 71 Sidoarjo Hampir Runtuh, Warga Gelisah
Serangan Hama Tikus Merusak Padi dan Jagung di Gumukmas
Ruxi Bonet Beralih Dari Lapangan ke Televisi Piala Dunia 2026
Polres Gresik Siapkan Keamanan Hari Pengesahan PSHT
Bupati Subandi dan Wali Tanam Ribuan Pohon di Taman Flyover