Serangan Hama Tikus Merusak Padi dan Jagung di Gumukmas
Gambar atau konten salah?
Gumukmas, Jember – Serangan hama tikus menimpa ladang padi dan jagung di desa ini. Dalam beberapa pekan terakhir, tikus menimbulkan kerusakan massal, bahkan semalam mereka melahap tanaman di puluhan hektare sekaligus.
Situasi ini menyebar merata di wilayah selatan Kabupaten Jember. Di Gumukmas, para petani merasa kewalahan menghadapi hama yang semakin tidak terkendali. Salah satu petani jagung di Dusun Krebet, Agus (45), mengungkapkan keprihatinannya.
“Serangan tikus ke lahan pertanian di desanya saat ini sudah masuk tahap yang sangat mengkhawatirkan. Petani mengeluhkan ancaman kerugian besar akibat hama tikus ini,” kata Agus. Ia melanjutkan, “Dalam satu malam saja, tikus-tikus itu bisa melahap tanaman jagung yang sudah mulai besar hingga puluhan hektare. Kami benar-benar rugi besar,” ujarnya pada Jumat, 12 Juni 2026.
Tokoh masyarakat sekaligus petani setempat, Moh Subur, menilai serangan ini “tergolong luar biasa dan berdampak besar terhadap perekonomian warga.” Ia menambahkan, “Serangan tikus tahun ini sangat parah dan terjadi secara serentak. Banyak lahan jagung dan padi yang rusak bahkan sebelum panen. Jika tidak segera ditangani serius, ini bisa mengancam ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Gumukmas.”
Koordinator DPP Gumukmas sekaligus Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) wilayah Kencong, Moerdoso, menegaskan pentingnya kerja sama petani. “Upaya pengendalian hama tikus membutuhkan kekompakan seluruh petani. Langkah paling efektif adalah melakukan pengendalian secara serentak,” ungkapnya. Ia mengusulkan pemberian umpan atau racun untuk menekan populasi tikus.
Selain itu, Moerdoso menyarankan kegiatan gropyokan bersama, yakni membongkar sarang tikus di pematang sawah. Ia menjelaskan metode lain, yaitu emposan: membakar lubang sarang tikus menggunakan alat khusus berbahan gas agar tikus mati di dalam sarangnya. “Lubang sarang tikus menggunakan alat khusus berbahan gas agar tikus mati di dalam sarangnya,” ujarnya.
Pihak PPL setempat telah mengajukan permohonan bantuan kepada Petugas Pengamat Hama dan Penyakit (PPHP) Kabupaten Jember. Permohonan tersebut meminta dukungan berupa obat-obatan pengendali hama dan diajukan sekitar satu minggu lalu.
Para petani telah melaporkan kondisi ini melalui PPL maupun media. Mereka berharap respons cepat dari pemerintah agar serangan ini tidak semakin meluas.
Serangan tikus ini menandai tantangan serius bagi ketahanan pangan di daerah tersebut. Kerusakan lahan yang meluas menuntut tindakan cepat dan koordinasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah. Tanpa langkah yang tepat, potensi kerugian ekonomi dan ketahanan pangan dapat meningkat, menambah beban petani yang sudah menghadapi banyak tantangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Serangan Hama Tikus Merusak Padi dan Jagung di Gumukmas
Rupiah Lemah, BPJS Jaga Obat Tetap Tak Melewati 20%
10 Kota Kuliner Terbaik 2026: Dua di Asia Tenggara
Wali Kota Solo Pastikan Kirab 1 Suro 16 Juni Tetap Lancar
Pasangan Indonesia Raih Semifinal Australian Open 2026
BYD M6 DM: MPV PHEV Rp298 Juta, Harga Terjangkau Indonesia
Raul Jimenez Gol Pertama Meksiko di Piala Dunia 2026
AC Milan Cari Pelatih Baru: Ruben Amorim Jadi Kandidat Utama
Bukalapak Umumkan Sutarman & Natalia di Dewan dan CEO