BRIN Dorong Indonesia Siapkan Transisi ke Bioetanol E20

Sari D. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
BRIN Dorong Indonesia Siapkan Transisi ke Bioetanol E20

Gambar atau konten salah?

Pemerintah telah menetapkan program biodiesel B50, yang merupakan campuran 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar, akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Menanggapi kebijakan ini, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyatakan bahwa Indonesia perlu bersiap untuk beralih ke tahap implementasi bioetanol E20.

Menurut Arif, diversifikasi energi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umusura) pada Sabtu, 4 Juli 2026.

"Ya, saya kira ini kan sebuah ikhtiar kita untuk membangun kekuatan transisi energi yang baik. Kemudian tidak hanya B50, kita harus sudah mulai masuk ke depan menjadi E20 ya, berbasis pada etanol. Karena apa? Karena yang kita cari adalah bagaimana menciptakan green energy," ujar Arif.

E20 sendiri merupakan program pencampuran 20 persen bioetanol yang berasal dari bahan baku nabati seperti tebu, singkong, atau jagung ke dalam bensin. Program ini ditargetkan mampu mengurangi impor minyak mentah hingga jutaan kiloliter, menekan emisi karbon, dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Arif menambahkan bahwa tantangan perubahan iklim global saat ini harus direspons cepat oleh negara melalui kemampuan memproduksi energi yang ramah lingkungan atau clean production. Penguatan produksi B50 dan rencana E20 ke depan disebutnya akan menjadi pilar utama agar Indonesia bisa berdaulat di sektor energi tanpa harus bergantung pada pasokan luar negeri.

"Jadi B50 ya, itu merupakan salah satu pintu agar kita ke depan tidak tergantung lagi pada impor," pungkasnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada satu jenis bahan bakar alternatif, tetapi juga mulai merencanakan diversifikasi ke arah bioetanol. Dengan adanya B50 dan rencana E20, Indonesia berupaya mengurangi impor bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui sumber daya nabati yang tersedia di dalam negeri.

B50E20bioetanoldiversifikasi energitransisi energienergi bersihkemandirian energi

Komentar

Memuat komentar...