BP BUMN Awasi Perbaikan Pembukuan Rp9 Triliun di PT Pos
Gambar atau konten salah?
Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara terus memantau proses perbaikan di PT Pos Indonesia. Langkah ini diambil setelah manajemen baru perusahaan pelat merah itu melaporkan hasil audit yang menunjukkan adanya penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 senilai Rp9 triliun. Penyesuaian itu merupakan bagian dari upaya membersihkan dan memulihkan catatan keuangan perusahaan.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi, pada Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan itu membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan. Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis.
Dalam arahannya, Dony menekankan bahwa transformasi yang dijalankan harus serius dan menyentuh akar masalah perusahaan. "Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles. Proses ini kita lakukan untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN tangguh ke depannya," ujar Dony dalam keterangan tertulis pada Kamis, 23 Juli 2026.
Selain memastikan restrukturisasi berjalan komprehensif, perbaikan juga difokuskan pada strategi penataan keuangan yang efektif dan efisien. Tujuannya untuk mengurangi beban biaya perusahaan. Salah satu inisiatif yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan dan komponen biaya. Penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan juga menjadi perhatian, termasuk melalui pelibatan intercompany untuk mempercepat penurunan utang perusahaan.
Dony menegaskan bahwa seluruh langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis. Setiap inisiatif harus memiliki target yang terukur agar dapat dikawal secara konsisten. "Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu," tegas Dony.
Melalui pembenahan menyeluruh ini, BP BUMN bersama Danantara berharap PT Pos Indonesia dapat memperkuat fundamental perusahaan, memulihkan kesehatan keuangan, dan meningkatkan daya saing. Targetnya, perusahaan mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi negara.
Perusahaan pos pelat merah ini menghadapi tantangan besar dalam membenahi catatan keuangannya. Penyesuaian pembukuan sebesar Rp9 triliun menunjukkan skala masalah yang harus diselesaikan. Fokus utama saat ini adalah membuat bisnis inti kembali positif dan menekan biaya operasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait