BP BUMN dan Danantara Tumbangkan 48 Subsidi Telkom ke 19
Gambar atau konten salah?
Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara Indonesia mengumumkan rencana mempercepat proses perampingan Telkom Group. Rencana tersebut akan memotong jumlah anak usaha dari 67 menjadi 19 entitas pada akhir 2026.
Perencanaan ini dibahas pada pertemuan yang dihadiri oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria dan Direktur Portfolio/Bisnis PT Telkom Indonesia. Pertemuan berlangsung di Wisma Danantara Indonesia pada 25 Mei 2026.
“Telkom Group terus mempercepat proses streamlining dari semula 67 entitas menjadi 19 entitas pada akhir tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus dan kompetitif dalam memperkuat perannya sebagai strategic holding digital,” tulis unggahan di Instagram resmi @bumn_id, dikutip pada 26 Mei 2026.
Dalam pembahasan tersebut, Telkom memaparkan langkah strategis mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru. Langkah-langkah ini bertujuan memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional.
Agenda prioritas transformasi meliputi konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group. Semua upaya diarahkan untuk mendukung pergeseran menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
“Melalui transformasi ini, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola, efisiensi bisnis, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan,” harapnya.
Rencana ini menandai langkah konkret BUMN dalam memodernisasi struktur korporasi milik negara. Dengan mempersingkat jumlah entitas, Telkom Group bertujuan menjadi pemain digital yang lebih fokus dan kompetitif, sekaligus memperkuat peran BUMN sebagai motor ekonomi digital di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
