BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Lumajang
Gambar atau konten salah?
BPBD Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Salah satu langkah yang diambil adalah membentuk Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Lumajang.
Desa Darungan, yang terletak di Kecamatan Yosowilangun, menjadi salah satu desa yang ditetapkan sebagai Destana. Pemilihan desa ini bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Saat musim hujan, banjir akibat luapan sungai kerap mengancam. Selain itu, potensi tsunami juga menjadi kekhawatiran karena jarak desa dari pantai hanya sekitar lima kilometer.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, menjelaskan tujuan pembentukan Destana. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana. Masyarakat juga diharapkan memiliki tanggung jawab dalam upaya pengurangan risiko bencana. "Tujuan dibentuknya Destana untuk meningkatkan pengetahuan sehingga masyarakat tanggap bencana," ujar Deni pada Selasa, 07 Juli 2026.
Deni menambahkan, hingga saat ini sudah ada 59 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana yang terbentuk di Kabupaten Lumajang. Dalam proses pembentukannya, BPBD bersama pemerintah daerah tidak hanya sekadar menetapkan status. Mereka juga menyusun jalur evakuasi, menentukan titik kumpul, dan memetakan kelompok rentan. Kelompok rentan yang dimaksud meliputi lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang, Sultan Syafaat, mengingatkan bahwa wilayah Lumajang memiliki banyak ancaman bencana. Menurutnya, ada 11 potensi bencana yang perlu diantisipasi di kabupaten tersebut. "Terdapat 11 potensi bencana di kabupaten Lumajang yang perlu diwaspadai dan dikurangi resiko bencananya," kata Sultan. Bencana-bencana itu antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kekeringan, banjir, tanah longsor, abrasi, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Desa Darungan, Eko Nur Hadi, menyambut baik pembentukan Destana di desanya. Ia berharap program ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat. Ancaman bencana bisa datang kapan saja, dan kesiapan warga menjadi kunci utama. "Semoga dengan dibentuknya Destana, masyarakat semakin memiliki kesadaran tanggap bencana," pungkas Eko.
Dari penjelasan para pejabat tersebut, terlihat bahwa pembentukan Destana bukan sekadar seremoni. Ada upaya sistematis untuk mempersiapkan masyarakat, mulai dari edukasi hingga infrastruktur dasar seperti jalur evakuasi. Dengan 11 potensi bencana yang mengintai, langkah ini menjadi penting agar warga tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat tiba.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Unair dan Mantan Rektor Beda Angka Soal Gaji Dosen Non-ASN
DPRD Dorong Ekraf Jadi Mesin Ekonomi Baru Daerah
Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Berhenti, Sepi Penumpang
Pungutan Rp 150 Ribu untuk Warga Baru di Surabaya Tuai Kontroversi
Ngawi Bukan Sekadar Kota Persinggahan
PBNU Nilai Kesiapan Pondok Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
Berita Terbaru
BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Lumajang
Wabah Salmonella Stanley dari Mi Instan, 106 Orang Terinfeksi
Persebaya Rekrut Yuran Fernandes, Bek Timnas Tanjung Verde
Klaim Ramalan The Simpsons soal Final Piala Dunia 2026 Terbantahkan
Zulhas Desak Percepatan Aturan Perdagangan Karbon
Sumur Tua di Ciamis Jadi Andalan Saat Kemarau
Anak 11 Tahun di Kanada Meninggal Akibat Rabies dari Gigitan Kelelawar
Unair dan Mantan Rektor Beda Angka Soal Gaji Dosen Non-ASN
