PBNU Nilai Kesiapan Pondok Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

Fandi R. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
PBNU Nilai Kesiapan Pondok Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

Gambar atau konten salah?

Tim survei dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan penilaian positif terhadap kesiapan Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri. Lembaga pendidikan Islam itu dinilai telah memenuhi berbagai persyaratan teknis untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Penilaian ini disampaikan setelah tim melakukan kunjungan langsung ke kompleks pondok pada Minggu, 05 Juli 2026.

Rombongan tim survei PBNU terdiri dari beberapa tokoh, yaitu KH. Abdul Ghafur Maimoen, KH. Muhibul Aman Aly, Imron Rosyadi Hamid, Nasrullah, dan Taufiq. Mereka disambut oleh jajaran pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, di antaranya KH. Adibusholeh Anwar, KH. Aminulloh Mahin, KH. Athoillah Anwar, serta para pengurus pondok lainnya. Dalam pertemuan itu, pihak Lirboyo memaparkan secara rinci kesiapan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk mendukung jalannya forum permusyawaratan tertinggi di organisasi NU tersebut.

Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, HM. Abdul Mu'id Shohib, menjelaskan bahwa kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari akses transportasi hingga fasilitas penunjang pelaksanaan muktamar. "Kesiapan tersebut didukung oleh akses transportasi yang mudah melalui Bandara Dhoho Kediri, Bandara Juanda Surabaya, stasiun, dan terminal. Selain itu tersedia area parkir yang luas, ruang sidang yang representatif, akomodasi yang memadai di lingkungan pondok maupun hotel sekitar, sistem keamanan berbasis CCTV, serta layanan kesehatan yang didukung Rumah Sakit Umum Lirboyo dan rumah sakit rujukan di sekitarnya," kata HM. Abdul Mu'id Shohib pada Selasa, 07 Juli 2026.

Ia menambahkan, hasil peninjauan lapangan menunjukkan berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU dinilai telah tersedia dan siap digunakan. Semua ini berlaku apabila Lirboyo nantinya ditetapkan sebagai tuan rumah resmi. Apresiasi juga datang dari perwakilan tim survei PBNU, KH. Muhibul Aman Aly. Menurutnya, hasil survei menunjukkan Pondok Pesantren Lirboyo memiliki kesiapan yang sangat baik untuk menggelar agenda nasional tersebut. "Pada intinya, secara umum Lirboyo sangat siap. Semua sarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Muktamar sudah terpenuhi dengan sempurna," ungkap KH. Muhibul Aman Aly.

HM. Abdul Mu'id Shohib menambahkan bahwa Lirboyo bukanlah pihak yang baru dalam menyelenggarakan acara sebesar ini. Pondok pesantren tersebut memiliki pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar NU pada tahun 1999. Berbekal pengalaman itu, pihak pondok berkomitmen untuk memberikan dukungan maksimal apabila kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Ia menegaskan, seluruh unsur pondok siap berkolaborasi agar pelaksanaan muktamar dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan khidmat. Pelayanan terbaik juga akan diberikan bagi seluruh peserta yang akan hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Pondok Pesantren Lirboyo sendiri merupakan salah satu pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur. Dengan pengalaman sebelumnya sebagai tuan rumah Muktamar NU pada 1999, Lirboyo memiliki rekam jejak yang jelas dalam mengelola acara berskala nasional. Kesiapan infrastruktur seperti akses bandara, area parkir luas, dan sistem keamanan CCTV menunjukkan bahwa pondok ini telah memikirkan secara matang kebutuhan logistik para peserta. Dukungan dari rumah sakit umum Lirboyo dan rumah sakit rujukan di sekitarnya juga menjadi nilai tambah dalam aspek kesehatan dan keselamatan selama acara berlangsung.

PBNUPondok Pesantren LirboyoMuktamar ke-35 NUkesiapansarana prasaranaKediritim survei

Komentar

Memuat komentar...