BPH Migas Pastikan Asupan BBM Tetap Stabil Selama Idulfitri

Sinta R. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
BPH Migas Pastikan Asupan BBM Tetap Stabil Selama Idulfitri

Gambar atau konten salah?

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan bahwa pasokan energi, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM), tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 H. Pada 22 Maret 2026, stok BBM nasional dinilai memadai, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi. Penyaluran dari terminal ke SPBU dilaporkan berjalan lancar.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM. Ia menegaskan bahwa distribusi telah dipantau ketat dan kualitasnya sesuai standar pemerintah.

Menurut arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Pertamina Patra Niaga terus menjaga ketahanan stok dan distribusi BBM. Monitoring rutin dilakukan, dan hasilnya menunjukkan kualitas BBM tetap memenuhi standar. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman.

BPH Migas juga mengapresiasi kinerja seluruh perwira Pertamina yang siaga 24 jam untuk mengamankan stok dan distribusi BBM. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi selama periode mudik.

Selain skala nasional, pemantauan juga dilakukan di tingkat daerah, termasuk di Kalimantan Barat. Sejak malam takbiran 20 Maret 2026, suplai BBM ke SPBU di wilayah tersebut ditingkatkan. Beberapa SPBU di Kota Pontianak dioperasikan 24 jam untuk mengurangi antrean. Pada 22 Maret 2026, kondisi antrean kendaraan dilaporkan mulai membaik.

Fathul menjelaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan masyarakat, terutama saat arus mudik dan arus balik. Ia menekankan pentingnya distribusi yang stabil agar tidak terjadi kekurangan BBM di tengah periode liburan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menyebut penyaluran BBM di wilayahnya secara umum berjalan lancar. Ia merinci kondisi antrean di berbagai SPBU: “Kondisi antrean di berbagai SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal, sementara di Kabupaten Mempawah, Kabupaten Singkawang, dan Kabupaten Bengkayang dalam kondisi sedang, sementara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak masih terus diupayakan untuk mengurangi antrean yang masih relatif padat.”

Widhi menambahkan bahwa selama periode Satgas 9–22 Maret, penyaluran BBM di Kalbar tercatat rata-rata 2.749 KL per hari untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series, naik 19,8% dari kondisi normal, dengan puncak kenaikan 54% pada 20 Maret. Sementara itu, penyaluran Solar tercatat 1.420 KL per hari, turun 3,7%, dengan kenaikan tertinggi 20% pada 18 Maret.

Selama periode Satgas 9–22 Maret, penyaluran BBM di Kalbar tercatat rata-rata 2.749 KL/hari untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series (naik 19,8% dari normal, dengan puncak kenaikan 54% pada 20 Maret) dan 1.420 KL/hari untuk Solar (turun 3,7% dari normal, dengan kenaikan tertinggi 20% pada 18 Maret). PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan suplai ke SPBU berjalan lancar dengan penambahan mobil tangki serta operasional IT Pontianak selama 24 jam.

BPH Migas kembali menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan dan dapat memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135 untuk kebutuhan darurat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, mengatakan penguatan distribusi di Kalimantan Barat terus dilakukan. Ia menegaskan bahwa suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, kondisi saat ini sudah berangsur kondusif. Kami juga telah mendorong pihak SPBU untuk tetap beroperasi optimal serta melakukan pengawasan lebih ketat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, ujar Roberth.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga dilakukan untuk menjaga distribusi, termasuk penindakan terhadap praktik penimbunan dan spekulan. Masyarakat diminta melapor jika menemukan indikasi pelanggaran melalui Pertamina Contact Center 135.

Secara keseluruhan, upaya koordinasi antara BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, dan pemerintah daerah berhasil menjaga pasokan BBM tetap stabil selama periode Idulfitri. Distribusi yang teratur, penambahan mobil tangki, dan operasional 24 jam di SPBU membantu mencegah antrean panjang, sementara layanan PDS 135 memberi alternatif bagi kebutuhan darurat. Dengan langkah-langkah ini, masyarakat dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa kekhawatiran akan kekurangan BBM.

BPH MigasBBMPertamina Patra NiagaIdulfitriKalimantan BaratSPBUPDS 135

Komentar

Memuat komentar...