BRI KUR Bantu Sutarna Buka Warung, Omzet Sampai 12 Juta

Tika M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
BRI KUR Bantu Sutarna Buka Warung, Omzet Sampai 12 Juta

Gambar atau konten salah?

Di gang kecil bernama Nurul Huda II, Palmerah Barat, Jakarta Barat, warung madura milik Sutarna dan istrinya, Suharni, selalu ramai dikunjungi. Pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, suara “beli” bergema dari anak-anak hingga orang dewasa, menandai kesibukan harian yang tak pernah berhenti.

Sutarna, yang dulu mengendarai angkot di sekitar Palmerah, mengingatkan bahwa semua dimulai saat pandemi COVID‑19 membuat hidupnya semakin sulit. “Ini warung dari 2021, dekat‑dekat COVID,” ujarnya ketika berbicara dengan kami.

Ia tidak pernah menyangka bahwa nasib keluarganya akan berubah hanya karena Rp 50 juta. Saat itu, seorang teman memberitahunya tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dengan surat‑surat mobil dan sertifikat rumah, Sutarna berkunjung ke cabang BRI di Kebayoran bersama temannya. Kredit tersebut segera cair, dan ia langsung memanfaatkan dana tersebut untuk membuka warung di depan rumahnya.

“Cairlah 50 juta tuh langsung saya buat usaha ini. Jadi, saya udah serahin saya ambil ini,” teringat Sutarna.

Setelah cicilan Rp 50 juta selesai dibayar, Sutarna kini mengambil pinjaman baru di BRI Palmerah atas nama istrinya. “Menolong banget ini BRI,” katanya.

Suharni menambahkan bahwa pada awalnya warung hanya menjual beberapa barang. Namun, berkat modal dari BRI, usaha keluarga berkembang pesat. “Alhamdulillah. Berkat BRI, menolong banget pas COVID,” ucapnya sambil menunjukkan bukti pengambilan KUR BRI. Ia juga mengaku bahwa Sutarna dan istrinya sudah tiga kali mengambil pinjaman di BRI.

Warung ini tidak lagi menjadi satu-satunya toko kelontong di sekitarnya. Di depan dan belakang rumah mereka juga ada warung madura lain. Meskipun begitu, pelanggan tetap datang dengan ramai. “Rezeki istilahnya sudah diatur sama yang kuasa, sama Allah, gitu ya. Tinggal kita jalani aja. Kita baik‑baik sama orang,” kata Suharni.

Melalui usaha ini, Sutarna dan Suharni bisa mencatat omzet harian antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Suharni pernah mencatat bahwa omzet warung mereka pernah mencapai Rp 12 juta dalam satu hari. “Waktu itu pernah 12 juta sehari, waktu konveksi masih rame‑ramenya,” jelasnya.

Perubahan nasib keluarga ini terjadi berkat KUR BRI. BRI berupaya menyediakan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Selama tahun 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60 % penyaluran dialokasikan ke sektor produksi, dengan porsi mencapai 64,49 % dari total penyaluran.

Dirut BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa penyaluran KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel. Ia juga menyatakan bahwa BRI ingin terus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan dukungan BRI, Sutarna dan Suharni tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha mereka. Kini, mereka tidak lagi mengendarai angkot, melainkan fokus pada pengembangan warung yang terus menarik pelanggan.

Perubahan nasib ini menunjukkan bagaimana akses modal yang tepat dapat mengubah kehidupan seseorang. Sutarna dan Suharni berterima kasih atas bantuan BRI, dan mereka terus menjalankan usaha dengan tekad dan rasa syukur.

Kredit Usaha Rakyat BRIWarung MaduraCOVID-19Palmerah BaratOmzet harianPengembangan usahaPendanaan mikro

Komentar

Memuat komentar...