Brigitta Gunawan: Generasi Muda Jadi Pelindung Laut
Gambar atau konten salah?
Brigitta Gunawan mulai dikenal ketika masih remaja, setelah mencoba snorkeling di Nusa Penida, Bali. Pengalaman itu membuka matanya pada keindahan bawah laut dan mengajarinya betapa pentingnya terumbu karang bagi ekosistem laut.
Ia menyadari bahwa terumbu karang tidak hanya menambah keindahan, tapi juga menyediakan habitat bagi ribuan spesies. Namun, laut sedang dalam krisis. Menurut UNEP, hingga 90% terumbu karang dunia berpotensi hilang pada 01 Januari 2050 jika tidak ada aksi serius. Lebih dari satu miliar orang di dunia bergantung pada laut untuk mata pencaharian dan ketahanan pangan.
Di 01 Januari 2021, saat berusia 17 tahun, Brigitta meluncurkan gerakan 30x30 Indonesia. Gerakan ini terinspirasi dari target global melindungi 30% lautan dunia pada 2030. Awalnya, ia hanya memposting hashtag di media sosial.
Respons publik datang dengan cepat. Dalam satu bulan, lebih dari 400 unggahan dukungan muncul dari pelajar, kelompok pemuda, dan komunitas lain yang belum pernah terlibat dalam isu konservasi laut.
Gerakan itu kemudian bertransformasi menjadi aksi nyata di lapangan. Bersama penyelam dan komunitas lokal di Bali, Brigitta membangun taman karang buatan (artificial reef). Dalam lima tahun terakhir, mereka menanam lebih dari 1.400 fragmen karang dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 86%.
Berbekal pengalaman itu, Brigitta meluncurkan Diverseas pada 01 Januari 2024. Program ini menggunakan video bawah laut 360 derajat dan headset VR, sehingga siswa dapat merasakan seolah berada di dasar laut. Teknologi ini membantu mengatasi hambatan pendidikan, karena banyak orang belum pernah melihat langsung keindahan bawah laut.
Diverseas telah menjangkau lebih dari 20.000 peserta di 12 negara melalui workshop, kursus online, dan pelatihan penyelam. Program ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat meningkatkan literasi kelautan secara imersif.
Brigitta juga memanfaatkan perangkat Samsung untuk dokumentasi dan distribusi konten edukasi. Dengan alat ini, materi edukasi lebih mudah diakses oleh generasi muda.
Pengakuan internasional datang ketika Brigitta dipilih sebagai Generation17 Young Leader, kolaborasi antara Samsung dan United Nations Development Programme. Program ini mendukung pemimpin muda dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Selain itu, Brigitta menerima beberapa penghargaan, termasuk National Geographic Young Explorer dan Millennium Oceans Prize. Ia juga aktif terlibat dalam forum internasional, seperti pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB.
Meski tantangan besar, Brigitta tetap optimistis. Ia percaya pendidikan adalah kunci perubahan jangka panjang. Semakin banyak anak muda yang memahami pentingnya menjaga laut, semakin besar peluang untuk menyelamatkan ekosistem ini di masa depan.
Upayanya melalui 30x30 Indonesia dan Diverseas terus diperluas ke lebih banyak komunitas, baik di dalam negeri maupun global. Kisah Brigitta Gunawan menunjukkan bahwa satu pengalaman sederhana dapat memicu gerakan besar. Dengan kombinasi teknologi, edukasi, dan aksi nyata, generasi muda Indonesia mampu berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi, terutama ekosistem laut yang menjadi penopang kehidupan jutaan manusia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
