BSI-Danantara Bangun Ekosistem UMKM Terintegrasi

Jaka M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BSI-Danantara Bangun Ekosistem UMKM Terintegrasi

Gambar atau konten salah?

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia tengah memperkuat ekonomi kerakyatan. Caranya dengan membangun ekosistem pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terintegrasi. Saat ini, sudah ada 35 Sentra UMKM, empat BSI UMKM Center, dan 23 Desa BSI yang tersebar di berbagai daerah.

Lewat inisiatif-inisiatif itu, BSI tidak cuma membuka akses pembiayaan. Mereka juga menyiapkan ekosistem yang mendukung pelaku usaha agar bisa naik kelas, menjadi bankable, dan memperluas akses ke pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. UMKM juga menjadi pintu masuk utama dalam pengembangan ekosistem halal Indonesia. Karena itu, BSI menerapkan pendekatan end-to-end. Pendekatan ini mencakup pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertifikasi halal, pembiayaan syariah, digitalisasi, hingga perluasan pasar.

"BSI saat ini memiliki lebih dari 340 ribu nasabah UMKM. Dari jumlah tersebut BSI bersama Danantara juga membangun empat UMKM Center untuk melakukan pembinaan secara khusus agar UMKM tersebut naik kelas. Saat ini lebih dari 6.000 UMKM memperoleh pendampingan dari BSI UMKM Center yang berada di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (04 Agustus 2026).

"UMKM Center berfungsi sebagai pusat pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, akses pembiayaan, sekaligus showcasing produk-produk UMKM binaan agar tumbuh menjadi usaha yang sehat, legal, feasible, bankable, dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan komitmen kami menjadikan UMKM tidak hanya sekadar pembiayaan, melainkan ekosistem yang membuat pelaku usaha benar-benar naik kelas, sejalan dengan visi pemerintah," imbuh Anggoro.

Menurut Anggoro, penguatan UMKM dilakukan lewat lima strategi utama. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kedua, percepatan sertifikasi halal. Ketiga, pengembangan halal value chain dari hulu ke hilir. Keempat, penyediaan pembiayaan syariah. Kelima, penguatan inovasi dan digitalisasi usaha.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem, BSI juga mengembangkan 35 Sentra UMKM. Sentra-sentra ini didukung dana zakat untuk memberdayakan pelaku usaha mustahik agar usaha mereka menjadi legal, feasible, dan bankable. Selain itu, BSI membangun 23 Desa BSI untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal lewat pemberdayaan masyarakat berbasis desa.

Komitmen ini diperkuat lewat penyaluran pembiayaan ritel dan UMKM. Hingga Mei 2026, penyaluran mencapai Rp54,80 triliun. Angka ini tumbuh 11,14 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pembiayaan itu disalurkan kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha lewat program KUR Syariah, Mikro, dan SME.

Di sisi lain, BSI juga terus mempercepat transformasi digital UMKM. Mereka menggunakan Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI. Tujuannya agar pelaku usaha semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

"Ketika UMKM naik kelas, manfaatnya tidak berhenti pada satu pelaku usaha. Dampaknya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, dan menggerakkan ekonomi daerah. Inilah nilai ekonomi dan peran bank syariah sekaligus nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia," pungkasnya.

BSI mencatatkan lebih dari 340 ribu nasabah UMKM. Dari jumlah itu, lebih dari 6.000 UMKM telah mendapat pendampingan langsung dari empat UMKM Center yang tersebar di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Pendampingan ini mencakup pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, hingga akses pembiayaan. Tujuannya jelas: membuat UMKM naik kelas dan berdaya saing.

Pendekatan yang dilakukan BSI tidak hanya berfokus pada pembiayaan. Mereka juga membangun ekosistem yang mendukung pelaku usaha dari hulu ke hilir. Mulai dari sertifikasi halal, digitalisasi, hingga perluasan pasar. Semua ini dilakukan agar UMKM bisa tumbuh menjadi usaha yang sehat, legal, feasible, dan bankable.

Selain itu, BSI juga mengembangkan 35 Sentra UMKM yang didukung dana zakat. Sentra-sentra ini memberdayakan pelaku usaha mustahik agar usaha mereka naik kelas. Ada juga 23 Desa BSI yang dibangun untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal lewat pemberdayaan masyarakat berbasis desa.

Hingga Mei 2026, BSI telah menyalurkan pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp54,80 triliun. Angka ini tumbuh 11,14 persen secara tahunan. Pembiayaan ini disalurkan lewat program KUR Syariah, Mikro, dan SME kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha.

Transformasi digital juga menjadi fokus BSI. Mereka menyediakan Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI. Semua ini bertujuan agar pelaku usaha semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. Dengan begitu, UMKM bisa bersaing di pasar domestik maupun global.

Anggoro menekankan bahwa ketika UMKM naik kelas, dampaknya tidak berhenti pada satu pelaku usaha. Dampaknya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, dan menggerakkan ekonomi daerah. Inilah nilai ekonomi dan peran bank syariah sekaligus nilai sosial yang terus dibangun bersama Danantara Indonesia.

BSIDanantaraUMKMekosistempembiayaan syariahdigitalisasipemberdayaan

Komentar

Memuat komentar...