Bulog Distribusi Minyakita ke Pasar SP2KP dan Tradisional

Ayu W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Bulog Distribusi Minyakita ke Pasar SP2KP dan Tradisional

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa Minyakita belum bisa menjangkau seluruh pasar di Indonesia. Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, Minyakita hanya boleh disalurkan ke pasar‑pasar yang memenuhi syarat. Contohnya, pasar rakyat yang diawasi oleh Kementerian Perdagangan dan tercantum dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), serta pasar tradisional. Selain itu, hanya pengecer yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diizinkan menjual Minyakita.

"Jadi mungkin ada beberapa yang belum mengerti. Kalau memang di retail-retail modern ataupun di pasar-pasar di luar SP2KP dan non-tradisional memang Bulog tidak menyalurkan Minyakita. Karena sesuai dengan aturan Permendag yang baru, Bulog hanya boleh menyalurkan ke pasar SP2KP dan pasar-pasar tradisional kepada para pengecer yang punya NIB. Kalau tidak punya NIB kami tidak boleh menyerahkan," ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (11 Mei 2026).

Sementara itu, Direktur Pemasaran Bulog, Febby Novita, menegaskan bahwa distribusi Minyakita tidak hanya berada di tangan Bulog. Menurut aturan, porsi penyaluran melalui BUMN pangan hanya sekitar 35% dari total distribusi nasional. Dari jatah tersebut, Bulog hanya menangani sekitar 70% dari porsi BUMN pangan, sementara sisanya dibagikan ke BUMN lain seperti ID Food dan Agrinas Palma.

"Kan dari 100% sesuai Permendag 43, 35% ke BUMN pangan, bukan Bulog saja. Bulog paling sekitar 70%. Tapi kan banyak sisa dari produsen dan lain-mana. Itu yang seharusnya kita duduk bersama kerja sama dengan para pengambil kebijakan dan produsen mana-mana yang mereka distribusiin. Karena kan kalo dari 100% DMO berarti Bulog nggak sampe 35% karena itu kan dibagi sama BUMN pangan yang lain," beber Febby.

Febby juga menyebutkan bahwa Bulog telah menyalurkan sekitar 110 juta liter Minyakita ke berbagai wilayah di Indonesia. Ia mengklaim bahwa sebagian wilayah Indonesia kini sudah mulai stabil dari sisi pasokan Minyakita.

"Kalau di Bulog aja sekitar 110 juta liter seluruh Indonesia. Kita maksimalkan dulu di pasar SP2KP baru pengecer-pengecer lainnya. Dan Alhamdulillah sejak penugasan ke Bulog sebagian wilayah Indonesia hampir 90% sudah hijau ya untuk minyak gorengnya. Tapi kan itu bukan hanya Bulog saja, karena 65% kan dari produsen ya," tutup Febby.

Distribusi Minyakita masih terbatas pada pasar SP2KP dan pasar tradisional, dengan Bulog berperan sebagai salah satu penyedia utama namun tidak tunggal. Porsi distribusi nasional dibagi antara Bulog dan BUMN pangan lainnya, sementara sebagian besar wilayah sudah menerima pasokan yang cukup.

BulogMinyakitaSP2KPBUMNNIBPermendagDistribusiPasar tradisional

Komentar

Memuat komentar...