Bulog Siap Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Indonesia
Gambar atau konten salah?
Malaysia mengungkapkan keinginannya untuk membeli beras Indonesia sekitar 200 ribu ton. Untuk menanggapi permintaan tersebut, Perum Bulog sedang menyiapkan ekspor beras ke negara tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan bahwa salah satu jajaran direksi sudah dikirim ke Malaysia. Ia menegaskan bahwa permintaan ekspor ini datang di saat stok cadangan beras pemerintah (CBP) masih aman. Per 13 April 2026, stok CBP telah mencapai 4,72 juta ton.
“Dan bahkan kemarin salah satu direktur kami juga diminta berangkat ke Malaysia karena Malaysia ada permintaan impor beras tidak kurang dari 200 ribu ton,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Rizal menilai jumlah 200 ribu ton cukup signifikan. Ia berharap kesepakatan ini dapat membuka peluang ekspor beras ke negara-negara tetangga. “Ini cukup besar jumlahnya. Nah sekarang sedang dijajaki, mudah-mudahan bisa memberikan peluang ekspor kita ke negara-negara tetangga,” tambahnya.
Indonesia pernah mengekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton untuk jemaah Haji. Selain itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyebut Malaysia hingga Papua Nugini sebagai target ekspor berikutnya.
“(Selain Arab Saudi) ada, ya negara tetangga, Papua Nugini terus, Malaysia, Filipina,” kata Sudaryono di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Sudaryono menjelaskan bahwa rencana ekspor ke negara-negara tetangga sedang dibahas. Ia menekankan bahwa peluang ekspor beras ke negara lain dapat didukung oleh produktivitas beras dalam negeri yang tinggi.
Dengan stok CBP yang aman dan permintaan ekspor yang kuat, Indonesia berpotensi memperluas jaringan ekspor berasnya ke negara-negara tetangga, menambah diversifikasi pasar dan menambah nilai tambah bagi petani beras domestik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
