BUMDes Bina Sejahtera Mandiri Juara Konektivitas Digital 2026

Vera T. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
BUMDes Bina Sejahtera Mandiri Juara Konektivitas Digital 2026

Gambar atau konten salah?

Apresiasi Konektivitas Digital 2026 diadakan pada 17 April 2026 di Hotel Sultan. Acara ini dimaksudkan sebagai panggung bagi individu, komunitas, dan institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerah masing-masing.

Di malam tersebut, BUMDesma Bina Sejahtera Mandiri dari Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dinobatkan sebagai pemenang kategori BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital. Pemenang ini menunjukkan contoh nyata bagaimana usaha desa dapat bertransformasi menjadi pelaku ekonomi digital.

Bisnis BUMDes ini mencakup beberapa lini usaha. Mulai dari simpan pinjam perempuan, pembiayaan alat elektronik, produksi es kristal, air galon, supplier bangunan, hingga layanan internet desa. Meski simpan-pinjam perempuan tetap menjadi bisnis utama, pendapatan tertinggi berasal dari penjualan layanan internet.

Perjalanan BUMDes dimulai dengan modal Rp 100 juta. Kini modalnya mencapai Rp 1,6 miliar. Pada tahun 2025, BUMDes menyalurkan Rp 151 juta ke PADes. Penjualan paket internet membantu membangun ekosistem digital desa, karena masyarakat kini lebih mudah mengakses internet.

Awalnya, desa memiliki enam wilayah yang belum terhubung internet. Sekarang semua wilayah sudah dapat mengakses jaringan. BUMDes bekerja sama dengan aparat desa untuk menyediakan anjungan internet gratis di sekolah, tempat bermain, dan masjid. Hal ini memudahkan warga untuk berjualan secara online.

Teknologi digital yang disediakan oleh BUMDes Bina Sejahtera Mandiri berupa layanan internet STTH. Harga paket internet ditawarkan dengan tarif lebih murah: Rp 180 ribu untuk 10 Mbps dan Rp 200 ribu untuk 20 Mbps. Pelanggannya adalah warga desa. Di wilayah tersebut terdapat 11 kampung, mayoritas penduduknya petani dan berkebun.

Dengan teknologi ini, BUMDes dapat menghemat biaya operasional. Sebelumnya, staf harus mengunjungi rumah warga secara langsung. Sekarang, mereka menggunakan platform media sosial. Masyarakat lebih mudah menghubungi penjual dan pembeli, sehingga biaya berkurang dan usaha tumbuh.

Untuk pemasaran, BUMDes memanfaatkan berbagai platform: Facebook, grup WhatsApp, Instagram, TikTok, serta platform desa. Penggunaan platform ini meningkatkan jumlah pelanggan dari 80 menjadi 1.231 warga Kecamatan Dayun. Peningkatan partisipasi masyarakat juga terlihat, karena BUMDes sering bekerja sama dengan UMKM dan masyarakat setempat.

UMKM yang beroperasi di bawah naungan BUMDes sudah berizin dan sertifikasi halal. Sekitar 80 kelompok UMKM terdaftar. Produk yang dipasarkan meliputi batik, semangka, kerupuk, makanan, dan jajanan.

Acara ini menyoroti bagaimana desa dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat ekonomi lokal. Penerapan layanan internet murah dan kerjasama dengan UMKM menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan. Dengan dukungan konektivitas, masyarakat desa kini lebih terhubung, lebih produktif, dan lebih mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Apresiasi Konektivitas Digital 2026BUMDes Bina Sejahtera MandiriLayanan Internet DesaUMKM DigitalKonektivitas MasyarakatEkonomi Digital DesaPemasaran Media Sosial

Komentar

Memuat komentar...