Bumi Resources: Laba Bersih 122 Juta 2025, Margin 9,9%
Gambar atau konten salah?
PT Bumi Resources Tbk mengumumkan hasil keuangan tidak diaudit untuk periode 12 bulan berakhir 31 Desember 2025. Perusahaan menegaskan bahwa angka tersebut mencerminkan disiplin operasional dan upaya efisiensi biaya yang terus dijalankan meski harga komoditas global berfluktuasi.
“Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin,” kata Chief Corporate Affairs Officer BUMI, Christopher Fong dalam keterangan tertulis pada Senin, 30 Maret 2026.
Secara rinci, pendapatan perusahaan naik 4,8 % menjadi US$ 1.424,8 juta dari US$ 1.359,7 juta pada tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan ditekan 1,2 % menjadi US$ 1.175,7 juta, sehingga laba bruto melonjak 47,1 % menjadi US$ 249,1 juta. Beban usaha turun tipis 0,4 % menjadi US$ 107,9 juta, menambah laba usaha yang naik 131,4 % menjadi US$ 141,3 juta. Margin usaha meningkat signifikan dari 4,5 % menjadi 9,9 %.
Laba sebelum pajak naik 48,6 % menjadi US$ 181,1 juta. Laba bersih tumbuh 35,7 % menjadi US$ 122,3 juta, sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 20,1 % menjadi US$ 81,0 juta dibandingkan US$ 67,5 juta pada FY 2024.
Perbandingan kinerja keuangan konsolidasian menunjukkan tekanan dibandingkan FY 2024, seiring penurunan harga batu bara global. Pendapatan FY 2025 tercatat US$ 4.808,8 juta, turun 15,9 % dari US$ 5.718,9 juta pada tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan turun 16,9 % menjadi US$ 4.262,2 juta, dan laba bruto turun 7,7 % menjadi US$ 546,6 juta. Beban usaha ditekan 8,5 % menjadi US$ 232,6 juta, namun laba usaha turun 7,1 % menjadi US$ 314,0 juta. Margin usaha justru meningkat menjadi 6,5 % dari 5,9 %, menandakan efisiensi tetap berjalan.
Laba sebelum pajak penghasilan turun tipis 1,3 % menjadi US$ 286,1 juta. Laba tahun berjalan (neto) turun 5,3 % menjadi US$ 161,8 juta dari US$ 170,9 juta. Namun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap naik 20,1 % menjadi US$ 81,0 juta.
Di sisi operasional, Bumi Resources tetap stabil sepanjang 2025. Produksi batu bara tercatat 74,8 juta ton, naik tipis 0,2 % dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan batu bara turun 2 % menjadi 74,6 juta ton. Harga rata-rata FOB turun 17 % menjadi US$ 59,7 per ton dari US$ 71,8 per ton. Volume lapisan penutup yang dipindahkan (overburden removed) turun 8 % menjadi 596,2 juta bcm. Rasio kupasan tanah (strip ratio) membaik dari 8,7 kali menjadi 8,0 kali, menunjukkan efisiensi operasional yang lebih baik. Tingkat persediaan meningkat menjadi 2,0 juta ton dari 1,6 juta ton pada tahun sebelumnya.
Proyeksi tahun 2026 menargetkan volume penjualan di kisaran 76 – 78 juta ton dengan harga rata-rata diproyeksikan US$ 60 – 62 per ton. Biaya kas produksi diperkirakan berada di rentang US$ 43 – 44 per ton. Bumi Resources akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat pada Juni 2026. Earnings call atas hasil FY 2025 juga akan dijadwalkan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut kepada para pemangku kepentingan.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang.
Secara keseluruhan, Bumi Resources menunjukkan kemampuan untuk menahan tekanan pasar melalui pengelolaan biaya yang disiplin, meski pendapatan bruto turun. Efisiensi operasional tetap menjadi kunci, terlihat dari perbaikan margin usaha dan rasio kupasan tanah. Proyeksi 2026 menandakan target volume dan harga yang realistis, menandakan perusahaan tetap fokus pada stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
