Bupati Gresik Hadiri Peluncuran Proyek Hilirisasi Tahap 2

Dwi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Bupati Gresik Hadiri Peluncuran Proyek Hilirisasi Tahap 2

Gambar atau konten salah?

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, hadir di acara groundbreaking proyek hilirisasi tahap kedua. Acara ini dipimpin secara hybrid oleh Presiden Prabowo Subianto dan digelar serentak di 13 titik di Indonesia, dengan pusat di Cilacap. Di Gresik, kegiatan difokuskan di kawasan KEK JIIPE, tempat pengembangan hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi. Acara ini menandai langkah penting dalam strategi nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan BUMN.

Proyek di Gresik menjadi salah satu dari 13 proyek strategis nasional fase kedua, dengan total investasi mencapai Rp116 triliun. Investasi ini akan mencakup pembangunan fasilitas smelter, pabrik anoda, dan unit pemurnian emas. Hilirisasi di Gresik meliputi dua komoditas utama, tembaga dan emas, yang dikembangkan dalam satu ekosistem industri terintegrasi berbasis BUMN. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan dan kemajuan bangsa Indonesia. Ini merupakan proyek besar dan bersejarah,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Rabu, 29 April 2026.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa hilirisasi menjadi awal perjalanan menuju Indonesia maju melalui kolaborasi lintas sektor.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menjelaskan program hilirisasi terbagi dalam beberapa fase, dengan total sekitar 30 proyek strategis nasional yang akan dikembangkan ke depan.

Pengembangan hilirisasi tembaga dan emas di Gresik dimulai dari penambangan tembaga, kemudian diolah di smelter untuk menghasilkan konsentrat tembaga. Konsentrat tersebut diolah menjadi lumpur anoda, yang kemudian diolah menjadi produk logam mulia. Proses ini meliputi smelter, produksi lumpur anoda, hingga pemurnian menjadi emas batangan dan produk logam mulia. Semua tahap dilakukan secara terintegrasi, mengurangi kebutuhan transportasi dan meminimalkan biaya produksi.

Proyek ini juga mencakup fasilitas industri lanjutan seperti brass mill dan brass cup dengan kapasitas awal hingga 10.000 ton per tahun, serta produksi batang tembaga, kawat tembaga, dan pipa tembaga.

Seluruh ekosistem didukung BUMN seperti MIND ID, PT Freeport Indonesia, Antam, Pindad, dan Pelindo. Kawasan JIIPE menawarkan industri terintegrasi, akses logistik, pelabuhan, multimoda, serta perizinan dan layanan terpadu. Pelabuhan di JIIPE memudahkan ekspor produk akhir, sementara jaringan multimoda memastikan distribusi internal yang efisien. Layanan perizinan terpadu mengurangi hambatan birokrasi bagi investor.

Pemerintah Kabupaten Gresik melihat proyek ini sebagai langkah strategis memperkuat struktur ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Dengan hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi, Gresik menegaskan posisinya sebagai pusat industri berbasis nilai tambah, bagian penting dalam peta hilirisasi nasional menuju Indonesia maju. Gresik juga berencana memperluas kapasitas produksi logam mulia, menargetkan pasar domestik dan internasional. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok logam.

Hilirisasi tembagaHilirisasi emasGresikPrabowo SubiantoInvestasi Rp116 triliunJIIPEBUMNProyek strategis nasional

Komentar

Memuat komentar...