Burung dan Pohon Jadi Tradisi Purnatugas ASN Tasikmalaya
Gambar atau konten salah?
Pada Senin, 06 April 2024, di lapangan upacara Pemkab Tasikmalaya, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan prosesi purnatugas. Acara ini dipimpin oleh Zudan Arif Fakrulloh, Kepala Badan Kepegawaian Negara.
Yang paling mencolok adalah tradisi baru: setiap ASN yang memasuki masa pensiun diwajibkan membeli burung dari pedagang dan menanam pohon. Burung kemudian dilepasliarkan sebagai simbol kepedulian terhadap alam, sementara pohon ditanam sebagai bentuk kontribusi menjaga lingkungan. “Saya menginisiasi ini yang juga selaras dengan program Pak Bupati Tasikmalaya dan Pak Wakil Bupati, di mana ada program Tasik Hejo. Maka saya yang juga hari ini purna bersama puluhan lainnya beli burung dan pohon untuk dilepasliarkan dan ditanam,” ujar mantan Kepala BKPSDM, Iing Farid Gozin.
Selain prosesi purnatugas, 637 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapatkan perpanjangan kontrak. Kebijakan ini menanggapi keresahan tentang penghentian PPPK. “Pada kesempatan ini dilepas ASN purnatugas termasuk Pak Kaban BKSDM. Tentu para purna ini tidak akan berhenti pengabdian hanya sebatas pakaian saja. Kembali di masyarakat juga tetap mengabdi,” tambah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin.
Zudan Arif Fakrulloh menegaskan pentingnya kerja keras ASN. “Coba ASN yang jongkok berdiri, kita harus branding diri kita sebagai aparatur yang kuat dan gigih melayani masyarakat. Bapak ibu branding diri, Pemkab Tasik supaya dikenal publik dengan baik,” katanya. Ia juga memuji inovasi purnatugas yang berbeda dari daerah lain, khususnya kegiatan pelepasan burung dan penanaman pohon. “Hari ini saya temukan tiga yang perlu dikembangkan ke daerah lain. Pertama tanam pohon dan lepas burung dan berikan kebaikan untuk alam dan simpati kepada alam,” ujarnya.
Selain itu, Zudan mengapresiasi perpanjangan kontrak PPPK di Kabupaten Tasikmalaya. “Ketika daerah lain punya niat berhentikan PPPK maka Kabupaten Tasikmalaya justru perpanjang 637 PPPK, saya apresiasi,” ungkapnya. Ia juga menyinggung inovasi pelayanan kesehatan, yakni jemput bola. “Ketiga pelayanan jemput bola bidang kesehatan cek kesehatan gratis,” katanya.
Ke depan, Zudan berencana mereplikasi konsep purnatugas ASN ke daerah lain dengan empat prinsip di BKN: kemudahan, kecepatan, kemanfaatan layanan, dan kebahagiaan. “Kalau baik silakan direplikasi kami kembangkan dengan empat K di BKN. Satu kemudahan harus mudah, kecepatan, kemanfaatan layanan harus manfaat, dan kebahagiaan. ASN harus bahagia,” ucapnya.
Menjelaskan kebijakan nasional, ia menyebut pemerintah pusat belum menetapkan aturan penghapusan PPPK paruh waktu. Ia juga menyoroti efisiensi kerja dari rumah (WFH). “Saya kira enggak (kalau PPPK sementara dihentikan). Nah kalau WFH berdasarkan pengalaman itu hemat anggaran transport karyawan sampai 92 ribu belum lagi listrik kantor itu hemat. Tapi kerja tetap maksimal kan tidak harus ke kantor jadi kerja cepat efektif,” pungkasnya.
Acara ini menegaskan bahwa purnatugas ASN di Tasikmalaya tidak hanya sekadar formalitas. Melalui simbolisme pelepasan burung, penanaman pohon, dan perpanjangan kontrak PPPK, pemerintah daerah menonjolkan nilai kepedulian lingkungan dan komitmen terus berkontribusi pada masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
