Cahaya Malam Global Naik, Polusi Lampu Menyalahkan Kota

Bambang W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Cahaya Malam Global Naik, Polusi Lampu Menyalahkan Kota

Gambar atau konten salah?

Bumi semakin terang saat malam, bukan karena alam, melainkan karena lampu buatan dalam skala besar yang dipakai manusia.

Penelitian satelit terbaru menunjukkan bahwa cahaya malam mengalami peningkatan signifikan beberapa tahun terakhir. Urbanisasi, pembangunan infrastruktur, serta meluasnya penggunaan listrik di berbagai wilayah dunia menjadi pemicu utama.

Perubahan ini tidak merata. Peningkatan paling jelas terlihat di kawasan berkembang seperti Afrika Sub-Sahara dan Asia Tenggara, di mana pertumbuhan kota dan akses listrik baru membuat malam menjadi lebih terang.

"Selama beberapa dekade, kita berpikir Bumi hanya semakin terang," ujar Zhe Zhu, profesor penginderaan jauh di University of Connecticut, Amerika Serikat, pada Sabtu, 11 April 2026. Ia menegaskan bahwa lanskap malam Bumi sangat dinamis.

Fenomena ini dikenal sebagai polusi cahaya. Lampu jalan, gedung, hingga iklan digital menyebar ke atmosfer, menciptakan skyglow—langit malam yang tampak terang. Efek ini mengganggu pengamatan bintang.

Dampaknya meluas. Polusi cahaya mengganggu ekosistem. Banyak hewan nokturnal, yang mengandalkan kegelapan untuk berburu dan berkembang biak, terpengaruh. Paparan cahaya malam juga mengganggu ritme biologis manusia, termasuk pola tidur.

"Polusi cahaya memiliki dampak ekologis yang besar," jelas Zhe Zhu dalam studinya. Namun tidak semua wilayah mengalami peningkatan. Beberapa negara di Eropa mulai mengurangi pencahayaan malam untuk menghemat energi dan menurunkan polusi cahaya.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa fenomena ini masih dapat dikendalikan. Kebijakan dan teknologi yang tepat dapat menurunkan pencahayaan berlebih.

Peningkatan cahaya malam global menandai perubahan signifikan pada lingkungan dan kesehatan. Namun, tindakan terarah dapat menyeimbangkan kebutuhan energi dengan perlindungan alam.

polusi cahayalampu buatanurbanisasiAfrika Sub-SaharaAsia Tenggarapencahayaan malamekosistem

Komentar

Memuat komentar...