Carolina Marin Umumkan Pensiun dari Bulutangkis lewat Sosial
Gambar atau konten salah?
Carolina Marin mengumumkan pensiun dari bulutangkis melalui akun media sosialnya. Ia menulis, "Perjalanan saya berakhir di sini. Terima kasih kepada kalian semua, karena dengan satu atau lain, kalian juga telah menjadi bagian darinya," dan menambahkan, "Di babak baru ini, saya akan selalu membawa nilai-nilai yang telah membimbing saya selama ini, dan saya akan berusaha membalas kebaikan masyarakat atas segala yang telah diberikan kepada saya selama bertahun-tahun. Ini adalah perjalanan yang luar biasa."
Marin terakhir tampil di Olimpiade Paris 2024, di mana ia cedera di babak semifinal dan tidak memperoleh medali. Setelah itu, juara dunia tiga kali (2014, 2015, 2018) hampir tidak ikut kompetisi hingga akhir 2024. Bahkan pada musim lalu, Marin tidak berpartisipasi dalam tur BWF sepanjang 2025.
Ia juga didaftarkan untuk Kejuaraan Eropa 6-12 April, namun belum tampil. Keputusan pensiun ini mengejutkan, mengingat kehadirannya sebagai mantan peringkat satu dunia sangat dinantikan di berbagai turnamen.
Usia 32 tahun, Marin dikenal dengan teriakan yang melengking dan energi tinggi. Saat tampil di kejuaraan di Indonesia, ia tetap menjadi sorotan karena gaya bermain yang khas.
Berbagai rekan atlet menyampaikan ucapan selamat. Ratchanok Intanon menulis, "Aku akan merindukan teriakanmu!!! Dan hanya kamu yang bisa melakukannya! Terima kasih telah menginspirasi generasi muda sebagai seseorang yang tidak pernah menyerah. Selamat pensiun dan tetap bahagia seperti biasa," sementara Tai Tzu Ying berkata, "Semoga sukses selalu. Selamat pensiun,". Viktor Axelsen menambahkan, "Selamat atas karier fantastismu, temanku,dan aku berharap yang terbaik untuk usaha-usaha masa depanmu. Sampai jumpa,".
Keputusan Marin menandai akhir era dominasi Spanyol dalam bulutangkis. Ia telah menorehkan medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan tiga gelar dunia. Meskipun belum ada rencana resmi untuk melanjutkan karier di lapangan, ia menyatakan akan terus membawa nilai-nilai yang telah membimbingnya. Perpindahan ini menjadi tonggak penting bagi generasi pemain muda yang mengaguminya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open
