Cek Warna, Tekstur, Aroma Daging Jelang Lebaran
Gambar atau konten salah?
Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan untuk hidangan berbahan dasar daging seperti rendang, semur, dan sate meningkat. Wajar jika penjualan daging sapi dan kambing melonjak tajam. Pasar tradisional hingga supermarket ramai dikunjungi pembeli yang mencari potongan daging terbaik untuk persiapan masakan Lebaran.
Di tengah lonjakan minat ini, memilih daging berkualitas sangat penting. Kesegaran daging tidak hanya memengaruhi rasa masakan, tetapi juga terkait langsung dengan keamanan pangan. Studi menunjukkan bahwa cara penyimpanan, penanganan, dan kesegaran daging sejak dipotong sangat memengaruhi kualitasnya. Daging yang salah pilih lebih cepat rusak dan berisiko terkontaminasi bakteri.
Ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan saat membeli daging, baik di pasar maupun supermarket.
Perhatikan Warna Alami Daging Segar
Daging sapi segar umumnya memiliki warna merah cerah hingga merah tua. Warna ini berasal dari myoglobin, protein pembawa oksigen dalam otot. Jika daging masih segar dan tersimpan baik, myoglobin menjaga warna merah khasnya.
Penelitian pada jurnal Animals tahun 2023 menyebutkan bahwa perubahan warna menjadi kecokelatan atau keabu-abuan menandakan daging mulai teroksidasi karena terlalu lama terpapar oksigen atau penyimpanan kurang optimal. Ini bukan selalu berarti daging busuk, tetapi kualitasnya menurun.
Warna lemak juga penting. Lemak pada daging sapi segar biasanya putih hingga kekuningan pucat. Lemak yang terlalu kuning pekat atau mengeluarkan aroma tengik bisa menjadi indikasi daging sudah lama disimpan.
Cek Tekstur dan Kekenyalan
Daging segar terasa kenyal saat ditekan. Jika ditekan jari, permukaannya akan kembali ke bentuk semula dengan cepat. Ini menunjukkan struktur protein dan kadar air di dalam daging masih terjaga.
Perubahan tekstur terjadi saat pembusukan dimulai. Studi di jurnal Frontiers in Nutrition tahun 2022 menjelaskan bahwa mikroorganisme berkembang selama penyimpanan, memicu perubahan sifat sensorik daging, termasuk bau, warna, dan tekstur jaringan.
Di pasar, pembeli sering menekan daging. Jika permukaan tetap cekung atau terasa terlalu lembek, kualitas daging sudah menurun.
Cium Aroma Daging
Indera penciuman adalah alat sederhana menilai kualitas. Meskipun warna dan tekstur terlihat baik, aroma sering kali menjadi tanda awal kelayakan konsumsi.
Daging segar memiliki aroma ringan yang khas, tidak menyengat. Bau netral atau sedikit "amis segar" berasal dari jaringan otot dan lemak alami tanpa perubahan kimia signifikan.
Sebaliknya, bau tajam, asam, atau seperti amonia menandakan proses pembusukan telah dimulai. Bau tidak sedap ini muncul ketika mikroorganisme berkembang biak di permukaan atau jaringan daging.
Penelitian dalam jurnal Food Microbiology tahun 2015 menjelaskan bahwa bakteri memecah protein dan lemak selama pembusukan, menghasilkan senyawa volatil yang menimbulkan bau tidak sedap.
Cari Logo NKV Pada Kemasan
Selain kondisi fisik, konsumen perlu melihat aspek pengawasan keamanan. Salah satu tanda penting adalah keberadaan logo NKV (Nomor Kontrol Veteriner) pada kemasan atau tempat penjualan.
NKV adalah sertifikat dari otoritas veteriner pemerintah. Sertifikat ini diberikan kepada unit usaha produk hewan, seperti rumah potong hewan dan unit pengolahan daging, yang sudah memenuhi standar higiene dan sanitasi pangan.
Daging dengan rantai distribusi bersertifikat NKV berarti sudah melalui pengawasan kesehatan hewan, kebersihan fasilitas, dan prosedur penanganan sesuai standar keamanan pangan.
Menjelang hari raya, permintaan daging meningkat tajam. Memilih daging yang segar penting untuk rasa dan keamanan. Konsumen dapat menilai kesegaran dari warna merah cerah, tekstur kenyal saat ditekan, dan aroma yang ringan. Selain itu, mencari logo NKV pada daging kemasan memberikan jaminan bahwa produk tersebut telah melalui pengawasan standar keamanan pangan pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
Goo Hye Sun Turun 13 kg: Diet Rendah Sodium Jadi Kunci
Precommitment: Cara Mudah Hindari Makanan Tidak Sehat Saat Stres
Berita Terbaru
BKK Palembang Tegakkan Skrining Kesehatan Jemaah Haji
Raffi Ahmad: Deepfake Merusak Reputasi, Panggil Waspada
IHSG Turun 1,70%, Rupiah Jatuh Rp18.049, Tegaskan Kuat
40 Titik Panas Terpantau di Muratara, Risiko Karhutla Tinggi
Komisi XIII DPR Susun Kesepakatan Penyelesaian Agraria Padang
1 Muharram Jadi Hari Libur Nasional 2026 Tanpa Cuti Bersama
Slamet Santoso, Pemuda Banyuwangi, Menjadi Pemain Pro di Polandia
