MPLS Hari Pertama, Kenalkan Sopan Santun ke Gen Alpha
Gambar atau konten salah?
Senin, 13 Juli 2026, menjadi hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru di berbagai daerah di Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI telah menyusun panduan yang memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menyampaikan materi utama dari pemerintah, ditambah materi pilihan sesuai kebijakan masing-masing.
Salah satu contohnya terlihat di SD Negeri Wirosaban, Kota Yogyakarta. Sekolah ini memilih memberikan materi tentang ke-Jogjaan kepada siswa baru kelas 1 SD. Alasannya? Generasi Alpha, atau Gen Alpha, dikenal dengan istilah "asbun" — asal bunyi. Rizqi Fatin Saffanah, Guru Pendamping Khusus di SD Negeri Wirosaban, menjelaskan bahwa ciri khas sekolah ini memang mengambil nilai-nilai ke-Jogjaan. "Tentang sopan santun, tentang ngajeni (menghormati/menghargai orang lain). Kalau yang awal ketemu orang itu bagaimana caranya salim. Apalagi anak zaman sekarang kan katanya Gen Alpha itu asbun ya. Nah, itu kita ngambil yang temanya tentang itu," ujarnya.
Selain materi ke-Jogjaan, sekolah dasar ini juga memperkenalkan permainan tradisional kepada peserta didik baru. Bukan hanya itu, ada berbagai kegiatan menarik lain yang sudah disiapkan. Mulai dari permainan di dalam kelas, hingga kegiatan outing yang dijadwalkan pada Kamis mendatang.
Fatin mengungkapkan salah satu tantangan yang sering dihadapi siswa baru adalah rasa malu. Di sisi lain, para guru juga punya tantangan tersendiri saat mengajari anak-anak yang baru lulus dari TK. Ia mencontohkan pengalaman tahun lalu. Banyak siswa yang sangat aktif dan belum bisa duduk tenang. "Ini sih mungkin masih banyak anak yang aktif gitu. Idealnya kan anak-anak duduk, anteng, tapi itu belum bisa," kata Fatin.
Untuk mengatasi hal itu, sekolah menggunakan pendekatan yang berbeda. "Jadi kita games-games (misalnya) lempar, segala macam. Jadi kita menyesuaikan itu kan anak belum bisa duduk. Jadi kita menyesuaikan bagaimana caranya," lanjutnya.
Persiapan MPLS di SD Negeri Wirosaban sudah dilakukan sejak pekan lalu. Pada hari pertama, kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB. Namun, ada seorang siswa yang sudah tiba di sekolah sejak pukul 06.00 WIB. Menurut Fatin, ibu dari siswi tersebut mengatakan bahwa anaknya sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah.
MPLS menjadi momen transisi bagi anak-anak dari jenjang TK ke SD. Sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan fisik, tetapi juga nilai-nilai lokal dan cara bersosialisasi. Tantangan seperti rasa malu dan energi berlebih pada siswa baru dijawab dengan permainan dan pendekatan yang fleksibel, bukan dengan paksaan untuk duduk diam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
