Haaland Beda Sikap, Ayah Marah Anak Tenang
Gambar atau konten salah?
Miami Gardens — Sebuah momen kontroversial mewarnai pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris. Mantan pemain tim nasional Norwegia, Alf-Inge Haaland, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit Clement Turpin. Namun, putranya, Erling Haaland, justru menunjukkan sikap yang lebih lapang dada.
Pertandingan yang berlangsung di Miami Stadium pada hari Minggu, 12 Juli 2026 itu berakhir dengan skor 2-1 untuk Inggris. Norwegia sempat unggul lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup. Namun, Inggris berhasil membalikkan keadaan berkat dua gol dari Jude Bellingham yang dicetak setelah pertandingan berlangsung selama 120 menit.
Kemarahan Alfie, begitu ia biasa disapa, dipicu oleh dua keputusan wasit Clement Turpin. Pertama, wasit asal Prancis itu menganulir gol Norwegia yang dicetak oleh Torbjorn Heggem pada babak kedua. Alasannya, Erling Haaland melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson dalam proses sepak pojok yang kemudian diulang. Keputusan kedua yang dipersoalkan adalah gol pertama Bellingham. Gol tersebut terjadi di pengujung babak pertama. Norwegia memprotes karena bola mengenai kabel kamera yang bergerak di atas lapangan sebelum akhirnya dikuasai pemain Inggris dan berbuah gol.
Alfie meluapkan kekesalannya melalui media sosial X. Ia membalas sebuah unggahan dari jurnalis Inggris, Henry Winter. "Diselamatkan wasit. Semoga kalian menjadi juara Piala Dunia sekarang. Tapi saya merasa kami dirampok hari ini," tulis Haaland senior. Dalam unggahan sebelumnya, ia juga menulis, "Kerja bagus Bellingham dan wasit."
Sikap berbeda ditunjukkan oleh Erling Haaland. Penyerang yang telah mencetak tujuh gol selama turnamen itu memilih untuk tidak menyalahkan pihak mana pun atas kontroversi yang terjadi. "Biasanya, tim terbaik, yang tentu saja Inggris dalam hal para pemain dan hal ini, biasanya Anda mendapatkan keputusan-keputusan yang menguntungkan Anda," ujarnya. Ia menambahkan, "Ketika saya berada di Man City, biasanya keputusan-keputusan itu berpihak kepada saya."
Perbedaan reaksi antara ayah dan anak ini menunjukkan bagaimana kekalahan di panggung sebesar Piala Dunia bisa diterima dengan cara yang sangat berbeda. Alfie, yang mewakili generasi pemain masa lalu, memilih untuk menyuarakan kekecewaan secara terbuka. Sementara Erling, yang masih aktif bermain di level tertinggi, lebih memilih untuk menerima hasil dan fokus pada kualitas lawan. Ini adalah contoh bagaimana pengalaman dan posisi seseorang dapat memengaruhi cara pandangnya terhadap sebuah kontroversi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Haaland Beda Sikap, Ayah Marah Anak Tenang
Mendikdasmen Resmi Larang Perpeloncoan di MPLS 2026
Warga Karawang Manfaatkan Lahan Sempit dengan Hidroponik dan Bioflok
Warga Banyuasin Dua Pekan Krisis Air Bersih
30 Orang Terjebak Bianglala Berhenti Mendadak
Kerangka Wanita di Hutan Sukabumi Diklaim Keluarga
MTsN 3 Cibinong Tolak Inflasi Nilai, Lulusan Tembus Sekolah Elite
Plt Bupati Sukoharjo Langsung Ditunjuk Usai OTT KPK
Satgas Khusus Awasi MPLS Jatim Tahun Ajaran 2026/2027