Proyek Tanggul Raksasa Pantura Masih Dikaji

Maya K. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Proyek Tanggul Raksasa Pantura Masih Dikaji

Gambar atau konten salah?

Pemerintah terus menggenjot persiapan proyek Giant Sea Wall (GSW), atau yang dikenal sebagai tanggul laut raksasa. Rencananya, bangunan ini akan membentang di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa, dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur. Total panjang yang direncanakan mencapai 575 kilometer.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, mengungkapkan bahwa proyek ini masih berada dalam tahap perencanaan. Pemerintah ingin memetakan wilayah mana saja yang membutuhkan pembangunan lebih awal. "Masih dalam perencanaan untuk dimasukkan ke dalam rencana induk. Meskipun dalam administrasinya sendiri sudah," kata Didit di Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026.

Ia menambahkan, timnya harus melihat kondisi di lapangan secara langsung. Titik-titik intervensi awal kemungkinan besar akan difokuskan di daerah Kendal, Semarang, Demak, dan Teluk Jakarta. "Kita harus lihat di lapangan betul dan titik-titik mulai dari intervensi nanti yang di daerah Kendal, Semarang, Demak, dan Teluk Jakarta, kira-kira seperti itu," sambungnya.

Soal kapan pembangunan fisik dimulai, Didit belum bisa memastikan. Namun, ia membuka kemungkinan bahwa proyek bisa mulai tahun depan. Mengenai metode pembiayaan, ia juga belum bisa memberikan detail karena semuanya masih dalam perencanaan. "(Target mulai pembangunan?) Belum, nanti tahun depan. (Pembiayaan proyek gimana?) Belum, masih direncanakan semua. Jadi semua dalam perencanaan. Nggak mungkin saya tahu berapa meternya. Ini kira-kira direncanakan semuanya," ujarnya.

Ketika ditanya apakah proyek ini bisa mulai dibangun pada 2027 di pesisir utara Jawa Tengah, Didit kembali menjawab dengan hati-hati. Padahal, pada Mei 2026 lalu, ia sempat mengatakan bahwa proses perencanaan proyek telah mencapai 80%. "Tempatnya nanti kita kasih tahu tempatnya. Tapi belum, masih dimitigasi semua," jawabnya singkat.

Sebelumnya, Didit menjelaskan bahwa pemerintah ingin memastikan perencanaan dan persiapan berjalan beriringan. Baru setelah itu, proyek akan masuk ke tahap konstruksi fisik. Namun, waktu peletakan batu pertama atau groundbreaking belum bisa dipastikan. "Oleh karena itu kami juga melaksanakan kegiatan perencanaan. Groundbreaking program dan groundbreaking infrastruktur supaya berjalan bersama-sama," jelasnya pada Senin, 04 Mei 2026, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

Meski masih awal, progres di beberapa titik sudah cukup maju. Perencanaan detail untuk wilayah Kendal, Semarang, dan Demak sudah mendekati 80 persen. Ketiga wilayah ini disiapkan sebagai prioritas awal pembangunan. "Jadi dimasukkan sekarang kan sudah kita hitung besarannya untuk Kendal, Semarang, Demak sudah hampir 80% itu perencanaan detailnya. Nah yang Pekalongan kita sedang melaksanakan mitigasi," ujar Didit.

Proyek Giant Sea Wall ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi pesisir utara Jawa dari ancaman kenaikan muka air laut dan abrasi. Dengan panjang 575 kilometer, proyek ini akan menjadi salah satu tanggul laut terpanjang di Indonesia. Namun, karena masih dalam tahap perencanaan, detail teknis dan jadwal pembangunan masih menunggu kajian lebih lanjut.

Giant Sea Walltanggul lautPantura JawaperencanaanBOPPJintervensi awalpembangunan

Komentar

Memuat komentar...