Cerutu Jember Terjun Pasar Internasional, 14 Negara Indonesia
Gambar atau konten salah?
Bambang Soesatyo (Bamsoet), anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, menegaskan bahwa keberhasilan cerutu Indonesia, khususnya dari Jember, menembus pasar internasional merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia kini dianggap serius dalam persaingan industri cerutu dunia.
Ia menjelaskan bahwa produk BIN Cigar Jember, seperti Bamsoet Cigar dan varian lainnya, telah merambah ke 14 negara di seluruh dunia. Pasar ini mencakup wilayah Eropa, Amerika, Asia Timur dan Timur Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar penyuplai bahan mentah, melainkan sudah mampu menjadi produsen cerutu dengan cita rasa tinggi.
Berbagai tembakau dari Jember menjadi bahan baku utama. Tembakau Besuki Na-Oogst telah lama dikenal sebagai salah satu bahan baku cerutu terbaik dunia karena aroma dan rasanya yang khas. Pada tahun 2023, ekspor tembakau Jember mencapai lebih dari 3 juta kilogram dengan nilai devisa sekitar 31,9 juta dolar AS.
“Keunggulan kita ada pada bahan baku dan keterampilan perajin dan petani tembakau Indonesia. Kombinasi ini menghasilkan cerutu dengan karakter unik yang sulit ditiru negara lain. Ini modal besar untuk bersaing dengan cerutu Kuba maupun Dominika,” ujar Bamsoet dalam keteragannya, Sabtu (2 Mei 2026).
Ia menambahkan bahwa industri cerutu ini menyerap tenaga kerja besar dan memberi nilai tambah tinggi. “Industri cerutu ini menyerap tenaga kerja besar dan memberi nilai tambah tinggi. Ini harus dilihat sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional, bukan sekadar industri tembakau biasa,” kata Bamsoet.
Dalam kesempatan yang sama, ia menekankan pentingnya strategi jangka panjang agar Indonesia dapat menjadi pemain utama di industri cerutu dunia. Penguatan branding, standardisasi kualitas, serta ekspansi pasar harus berjalan simultan. “Kalau konsistensi kualitas dijaga dan strategi branding diperkuat, saya yakin dalam beberapa tahun ke depan dunia tidak lagi hanya mengenal Havana atau Dominika, tetapi juga Jember sebagai pusat cerutu premium dunia,” pungkas Bamsoet.
Selain itu, Bamsoet mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah menjaga stabilitas industri tembakau, termasuk tidak menaikkan cukai pada tahun 2026, turut memberikan ruang bagi industri ini untuk berkembang. Ia menegaskan bahwa industri cerutu merupakan bagian penting dari strategi hilirisasi nasional.
Dengan dukungan politik dan kebijakan yang mendukung, serta kualitas bahan baku dan keterampilan perajin yang unggul, cerutu Indonesia kini berada pada posisi yang lebih kompetitif di pasar global. Keberhasilan ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam memperkuat peranannya di industri cerutu dunia, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pengrajin di wilayah Jember.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
KPPU Fokus Awasi Pangan, Energi, dan Digital
Menteri Desa Gandeng 10 Asosiasi untuk Sosialisasi Kopdes Merah Putih
Kredit UMKM Baru Rp 1.500 Triliun dari Target Rp 2.200 Triliun
Prabowo Groundbreaking Proyek Gas Masela Besok
Menanti Serah Aset KCIC, Skema Utang Whoosh Siap
Pajak JHT Belum Dihapus, Menkeu Tunggu Data BPJS
Berita Terbaru
Jadwal Sholat Surabaya 16 Juli 2026 Lengkap
Jadwal Shalat Denpasar 16 Juli 2026 Lengkap Niat
Inggris vs Argentina: Semifinal Piala Dunia 2026
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Pertamina Kerahkan 161 Armada untuk Pulihkan Pasokan BBM Sumut
Prakiraan Cuaca Jatim 16 Juli 2026: Cerah hingga Kabut
Kerkez Sambut Gembira Kedatangan Iraola ke Liverpool
Polres Tabanan raih belasan penghargaan di HUT Bhayangkara ke-80