CFN Malam Pertama Palembang: Jalan Bebas Kendaraan, Meriah Sore
Gambar atau konten salah?
Car Free Night (CFN) berlangsung malam pertama di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 11 April 2026. Acara ini menampilkan suasana yang ramai dan penuh keceriaan, dengan banyak warga yang datang bersama keluarga, teman, atau pasangan.
Di sepanjang Jalan Kolonel Atmo, kendaraan dinonaktifkan, membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati malam tanpa kebisingan mobil. Pihak penyelenggara menambahkan hiburan dan kuliner yang beragam, menjadikan jalan ini sebagai panggung bagi pertunjukan seni budaya dan penampilan band lokal.
Pengunjung mulai mengisi kawasan tersebut sejak sore hingga malam. Mereka berjalan santai, mencicipi jajanan, dan menyaksikan berbagai pertunjukan. Puluhan tenant kuliner berjajar, menawarkan makanan tradisional dan modern. Lampu jalan sederhana dan dekorasi hangat menambah kenyamanan, sementara tawa dan kebersamaan warga mengisi udara malam.
Lisa, salah satu pengunjung, mengaku senang bisa menghabiskan waktu bersama keluarganya di CFN. “Seru sekali, terus kaget karena banyak banget orang disini. jarang-jarang bisa jalan santai di tengah kota tanpa kendaraan. Anak-anak juga senang karena banyak jajanan dan hiburan,”
Iqbal, yang datang bersama teman-temannya, menambahkan: “Tempatnya ramai tapi tetap nyaman. Banyak pilihan makanan dan ada musik juga, jadi nggak bosan. Ini bisa jadi tempat nongkrong baru di Palembang cocok sama kawan-kawan. Ini kesannya kaya alun-alun seru,”
Pasangan muda Andi dan Nurul menilai CFN sebagai alternatif hiburan menarik di akhir pekan. “Suasananya beda, lebih santai dan hangat. Bisa jalan bareng pasangan sambil kulineran, semoga ke depan makin ramai dan tertata sama terlaksana terus biar orang Palembang ada hiburan,”
Pedagang juga merasakan dampak positif. Akmal, penjual minuman, mengaku senang dengan peluang usaha baru. “Alhamdulillah ramai sekali, dari sore sampai malam pembeli nggak putus-putus. Biasanya jualan segini bisa sampai tengah malam, ini kayanya bisa lebih cepat habis,”
Rulia, pedagang makanan gorengan dan berat, menyatakan omzetnya meningkat signifikan. “Senang sekali ada acara seperti ini, pembeli ramai. Banyak yang mampir setelah jalan-jalan. Harapannya CFN ini terus ada supaya kami pedagang bisa terus dapat penghasilan tambahan,”
Rusman, penjual mie tek-tek, juga merasakan peningkatan. “Ini saya baru bisa duduk, dari tadi ga berhenti masak. Biasanya jualan mie tek-tek ini ramai di jam tertentu saja, tapi di CFN ini hampir terus-terusan ada yang beli. Banyak yang datang habis jalan santai langsung cari makan hangat,”
Acara ini menunjukkan potensi ruang publik yang bebas kendaraan untuk mempererat hubungan sosial. Dengan dukungan warga dan penjual, CFN berpotensi menjadi tradisi yang berkelanjutan, memberi ruang bagi warga Palembang untuk menikmati malam bersama tanpa gangguan kendaraan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
