China Capai Rekor Produksi Minyak, Target Tetap 4 Juta bpd

Teguh A. · 1 min baca · 4 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
China Capai Rekor Produksi Minyak, Target Tetap 4 Juta bpd

Gambar atau konten salah?

China menjadi pengekspor minyak terbesar di dunia, namun negara ini berhasil meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Pada 20 Maret 2026, produksi mencapai rekor tertinggi, yakni 4,32 juta barel per hari (bpd), berkat pengeboran agresif di ladang lama, ekspansi lepas pantai, dan munculnya produksi minyak serpih.

Para ahli memprediksi produksi akan tetap stabil selama satu dekade, sedikit di bawah rekor tahun sebelumnya, sekitar 4,3 juta bpd. Mereka menilai angka ini sebagai penstabil keamanan nasional untuk kebutuhan manufaktur dan militer.

Rencana resmi Beijing periode 2026-2030, diumumkan pada 5 Maret 2026, mengonfirmasi target produksi tetap pada 4 juta bpd. Tiga perusahaan minyak nasional berusaha menjaga level tersebut, dianggap sebagai jumlah minimum untuk menanggulangi gangguan pasokan tak terduga.

Zhu Weilin, profesor di Universitas Tongji Shanghai, menegaskan bahwa target ini penting agar pasokan tetap stabil. Namun, beberapa analis berpendapat bahwa China sudah mencapai batas kemampuan ekonomisnya. Pertumbuhan lepas pantai mulai melambat, sementara sumber daya non-konvensional semakin mahal.

Akibatnya, China tetap sangat bergantung pada impor minyak. Impor mencapai 11,55 juta barel per hari pada tahun lalu, meski ada upaya elektrifikasi transportasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Perkembangan terakhir di Timur Tengah juga memengaruhi pasokan. Perang di wilayah tersebut mengurangi ekspor minyak mentah, yang sebelumnya menyuplai setengah dari impor China. Kondisi ini menambah ketergantungan China pada sumber daya luar negeri.

Ringkasnya, China berhasil menstabilkan produksi minyak dalam negeri di level tinggi, namun tetap bergantung pada impor. Target produksi 4 juta bpd dipandang sebagai strategi bertahan di tengah tantangan pasokan global dan perubahan dinamika industri minyak.

produksi minyak Chinalepas pantaishare oil4 juta bpdimpor minyaknon-konvensionalpendanaan ekonomiPerang Timur Tengah

Komentar

Memuat komentar...