China Kritik Blokade AS Selat Hormuz, Minta Gencatan Senjata
Gambar atau konten salah?
China menegaskan bahwa langkah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz adalah tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Blokade ini menahan kapal yang bepergian dari dan ke pelabuhan-pelabuhan Iran serta melewati selat strategis tersebut.
Menurut China, tindakan AS akan memperparah ketegangan di kawasan. Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa blokade yang menargetkan jalur pelayaran vital tersebut berisiko merusak situasi gencatan senjata yang sudah rapuh.
Di 15 April 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, menyatakan, “hanya gencatan senjata penuh yang dapat membantu meredakan situasi.” Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Jiakun juga menepis laporan yang menyebut China memasok senjata ke Republik Islam. Ia berkata, “China percaya bahwa hanya dengan mencapai gencatan senjata komprehensif dan mengakhiri perang, kita dapat secara fundamental menciptakan kondisi untuk meredakan situasi di selat.”
China, yang dikenal dekat dengan pemerintah Iran, memiliki kepentingan utama agar Selat Hormuz dibuka kembali. Sebagai pembeli minyak mentah terbesar, blokade langsung memutus pasokan dan dapat berdampak luas pada perekonomian China.
Militer Amerika Serikat mulai mencegah kapal masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di Selat Hormuz sejak hari Senin. Langkah ini dimaksudkan untuk memaksa Iran membuka selat secara besar-besaran.
Peristiwa ini menandai peningkatan tajam dalam konflik, meski ada jeda permusuhan yang disepakati pada 7 April. Pembicaraan perdamaian di Islamabad gagal pada akhir pekan kemarin.
Sementara itu, harga minyak turun di bawah US$ 100 per barel pada hari Selasa. Laporan tentang resolusi diplomatik menguatkan penurunan ini. Minyak mentah Brent turun sekitar 1% pada perdagangan awal menjadi US$ 98,44, sedangkan harga WTI AS untuk pengiriman Mei turun 2,6%, menjadi US$ 96,48 per barel.
Dengan blokade yang menekan aliran minyak, China menegaskan pentingnya gencatan senjata penuh untuk menstabilkan kawasan. Dampak ekonomi dan keamanan di wilayah ini tetap menjadi perhatian utama bagi semua pihak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait