China Tambah 38 Jurusan S1 Fokus AI dan Teknologi Masa Depan
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan China mengumumkan daftar jurusan sarjana (S1) baru dengan tambahan 38 jurusan. Rencana ini disiapkan untuk menyambut calon mahasiswa pada ujian masuk perguruan tinggi nasional, Gaokao 2026.
Daftar terbaru mencakup total 883 jurusan yang tersebar di 92 bidang studi. Fokus utamanya adalah memperkuat integrasi antara pendidikan tinggi dengan inovasi teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga teknologi masa depan lainnya.
Berikut beberapa contoh jurusan baru yang akan tersedia pada 2026:
- S1 Energy Science and Engineering (ilmu dan teknik energi)
- S1 Deep Underground Science and Engineering (ilmu dan teknik bawah tanah)
- S1 Integrated Transportation and Energy Engineering (teknik energi dan transportasi terintegrasi)
- S1 Agricultural Robotics (robotika pertanian)
- S1 Biomanufacturing (biomanufaktur)
- S1 Brain-Computer Science and Technology (ilmu dan teknologi komputer otak)
- S1 Embodied Intelligence (kecerdasan terwujud)
Peneliti di National Institute of Education Sciences, Chu Zhaohui, menjelaskan pengenalan jurusan-jurusan baru ini merupakan langkah visioner. Tujuannya adalah untuk melayani strategi nasional dan mengikuti tren ekonomi serta teknologi yang terus berkembang.
"Dari perspektif pendidikan tinggi, sistem di China memiliki skala yang sangat besar, dan pengenalan disiplin ilmu baru ini mewakili penyesuaian struktural di dalam sistem tersebut," ujar Zhaohui, dikutip dari Global Times, ditulis 30 April 2026.
"Menambahkan jurusan-jurusan baru ini merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan dan memperbarui sistem pendidikan tinggi," lanjutnya.
Salah satu poin menonjol dalam penambahan ini adalah percepatan pembentukan jurusan yang dianggap mendesak secara strategis. Kementerian Pendidikan mendorong sembilan universitas terkemuka, termasuk Harbin Institute of Technology dan Beihang University, untuk meluncurkan program studi baru yakni Embodied Intelligence.
Program ini bertujuan mempromosikan integrasi mendalam antara kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru dengan ekonomi riil. Dengan adanya jurusan ini, diharapkan lulusannya mampu memberdayakan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkualitas tinggi melalui penguasaan teknologi AI yang mumpuni.
Langkah ini sejalan dengan rencana Dewan Negara China yang merilis New Generation Artificial Intelligence Development Plan. Rencana tersebut menargetkan China menjadi pusat inovasi AI terkemuka di dunia pada 2030.
Sejak 2024, universitas papan atas seperti Tsinghua University dan Shanghai Jiao Tong University telah mendirikan fakultas khusus AI. Mereka juga meluncurkan kurikulum AI umum untuk meningkatkan literasi digital bagi seluruh mahasiswa baru.
Selain perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan China juga meluncurkan rencana aksi AI Empowering Education pada 10 April 2026. Dalam rencana ini, AI akan dimasukkan ke dalam ujian sertifikasi guru dan memperluas pendidikan AI hingga ke sekolah dasar dan menengah.
Dengan tambahan jurusan dan kebijakan pendukung, China menargetkan sistem pendidikan tinggi yang lebih responsif terhadap dinamika industri dan teknologi. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi negara sebagai pelopor inovasi, khususnya di bidang kecerdasan buatan, sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten untuk masa depan ekonomi digital.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bootcamp 35 Hari: Sertifikat 200 JP, 6 Live – Pendaftaran
Kelas CV Praktis 17 Juni: Bikin CV Mampu Panggil Interview
Trisa Triandesa: Indonesia Butuh Jurusan Neuroscience
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
BRIN Buka Program DBR Mahasiswa Riset Semikonduktor
Berita Terbaru
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 5 Juni 2026: Variasi Tinggi
McDonald's Indonesia Gelar Kampanye FIFA World Cup 2026
ORADO Resmi Jadi Anggota KONI, Domino Menjadi Olahraga Nasional
Suporter AS Kekecewa: Tempat Duduk Piala Dunia 2026 Terbagi
Batam Siapkan Jalan & Landfill TPA Telaga Punggur, Rp45,45 M
