Cicipi Nastar Populer: Mako, Monami, Holland Bakery
Gambar atau konten salah?
Kue nastar selalu menjadi primadona saat perayaan Idul Fitri di Indonesia. Kue kering ini bukan sekadar camilan, tapi juga simbol tradisi dan kebersamaan. Bentuknya biasanya bulat dengan isian selai nanas yang rasanya manis sedikit asam dan lumer di mulut.
Nastar sebenarnya bukan kue asli Indonesia. Ini adalah hasil adaptasi dari pai khas Belanda yang dulu diisi selai buah seperti blueberry, apel, atau stroberi. Saat masa penjajahan, resep pai ini dibawa ke Indonesia. Karena bahan seperti stroberi dan apel sulit didapat, nanas dipilih sebagai alternatif karena lebih mudah ditemukan.
Karena popularitasnya, nastar mudah ditemukan di berbagai toko kue populer. Kami mencoba mencicipi nastar dari tiga toko roti ternama: Monami, Mako, dan Holland Bakery. Harganya berkisar di angka Rp 100 ribuan per stoples. Kami juga membandingkannya dengan nastar yang lebih terjangkau dari toko kue di Pasar Jatinegara.
Hasil Cicip Nastar Toko Roti Populer
1. Nastar Mako
Mako adalah toko roti yang mudah ditemui di sekitar Jakarta, hasil rebranding dari BreadTalk Indonesia. Dikenal dengan roti dan kue berkualitas dengan harga terjangkau. Untuk Idul Fitri, mereka mengeluarkan varian Golden Nastar Bulat.
Satu stoples berisi sekitar 170 gram dibanderol seharga Rp 110.000. Tampilannya sangat menarik. Kulitnya cenderung oranye pekat, bukan kuning seperti nastar biasa, kemungkinan karena penggunaan olesan khusus atau kuning telur dari omega-3. Bentuknya bulat sempurna dan ukurannya pas. Saat digigit, adonannya lembut dan lumer. Isian selai nanasnya melimpah, namun rasanya cenderung terlalu manis bagi sebagian orang.
2. Nastar Monami
Monami Bakery adalah toko roti legendaris yang sudah berdiri sejak 1976, spesialis jajanan pasar tradisional namun juga menjual kue kering. Stoples nastar Monami ukurannya lebih besar, diperkirakan antara 300 hingga 500 gram. Harganya lebih tinggi, yaitu Rp 145.000 per stoples.
Warna nastar Monami berbeda, kuning dengan bagian atas sedikit kecokelatan, tampak berkilau. Ketika dimakan, adonannya langsung lumer dan tidak lengket. Kulitnya tipis dengan isian selai nanas yang banyak. Rasa selai nanasnya cenderung lebih berempah; tercium kuat aroma kayu manis dan cengkeh. Keseimbangan rasa manis dan asamnya pas, tidak terlalu mendominasi.
3. Nastar Holland Bakery
Holland Bakery, salah satu pelopor toko roti modern di Indonesia sejak 1978, juga menawarkan nastar spesial Lebaran. Mereka punya dua ukuran stoples. Kami mencoba ukuran 500 gram seharga Rp 140.000.
Bentuk nastar Holland berbeda; berbentuk kotak memanjang, bukan bulat. Warnanya kuning kecokelatan. Adonannya agak flaky di bagian atas namun tetap lembut dan lumer di mulut. Isian selai nanasnya melimpah, namun rasanya khas: ada sentuhan asam segar dan sedikit rempah, mengingatkan pada nastar buatan rumahan tempo dulu.
4. Nastar Pasar Jatinegara (Rumahan)
Kami juga membeli nastar dari gerai rumahan di Pasar Jatinegara, merek Sukajadi. Kami membeli seperempat ons seharga Rp 47.500. Ukuran dan warna nastar ini sangat berbeda dari produk toko populer. Ukurannya lebih kecil dengan warna kuning cerah, bahkan ada sedikit taburan keju di atasnya.
Tekstur adonannya tidak terlalu lembut namun tidak keras. Saat digigit, adonan langsung pecah atau buyar. Aroma tepungnya masih terasa kuat. Isian selainya cukup enak, dengan rasa nanas yang cenderung manis.
Perbandingan Rasa dan Nilai
Setiap nastar menawarkan cita rasa berbeda sehingga pilihan terbaik tergantung selera masing-masing.
- Jika menyukai nastar lembut premium dengan selai nanas yang asam khas berempah, pilihan jatuh pada Holland Bakery.
- Bagi penggemar nastar lembut dengan isian selai nanas yang lebih manis, Mako bisa dicoba.
- Jika mencari rasa yang agak berempah namun manis dan tidak asam, Monami menjadi opsi tepat.
- Sementara itu, nastar rumahan di Pasar Jatinegara masih sangat layak dinikmati dan sepadan dengan harganya yang tidak sampai Rp 50 ribu.
Secara umum, nastar tetap menjadi kue yang dicari saat Lebaran, baik yang premium dari toko besar maupun yang lebih sederhana dari pasar tradisional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Finlandia Kembali Jadi Negara Peminum Kopi Terbanyak di Dunia
Azimah Antar Makanan, Bawa Anak Autistik, Hadapi Kritik
TAMU Rilis 18 Menu Nusantara Baru dengan Sentuhan Inovasi
Gyro II Tutup Setelah 45 Tahun, Resep Saus Putih Terbagi
Lekooh: Warung Coto Makassar Modern di Jakarta Cikajang
ERRE & Urrechu Jakarta Ulang Tahun Pertama: Menu Baru
Berita Terbaru
PDIP Sindir Balik Golkar Soal Listrik Padam
Gempa 6,7 Guncang Sigi, Warga Kembali Mengungsi
Pakar ITS Bantah Klaim Gempa Palu Picu Ancaman di Bojonegoro
Rupiah Melemah, Bengkel Sepi Pelanggan
Pemadaman Listrik Bergilir di Jatim Picu Kebakaran, Stasiun Gubeng Gelap Total
Bandara Maumere Ditutup Akibat Erupsi Gunung Lewotobi
Brasil Hancurkan Haiti 3-0, Puncaki Klasemen Grup C Piala Dunia
Belanja Online Kini Bisa Ngobrol Langsung dengan AI
162 Calon Mahasiswa Ditolak karena Catatan Perundungan