Tokopedia Bantah PHK, Sebut Penataan Tenaga Kerja
Gambar atau konten salah?
Manajemen Tokopedia akhirnya angkat bicara soal isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang ramai diperbincangkan, terutama di media sosial. Mereka menegaskan tidak ada PHK di perusahaan tersebut.
Stephanie Susilo, Executive Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, menyebut yang terjadi saat ini hanyalah proses penataan tenaga kerja. Bukan pemutusan hubungan kerja seperti yang banyak dikabarkan.
"Ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan. Yang pertama adalah tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia group, yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan, dan internal mobilitas di dalam TikTok atau Tokopedia Group," kata Stephanie setelah menghadiri rapat dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, di Gedung DPR, Jakarta pada Senin, 07 Juli 2026.
Dalam program penataan yang berjalan, ada karyawan yang memilih mengambil paket kompensasi. Mereka kemudian melanjutkan karier di perusahaan lain. Sementara sebagian lainnya dialihkan untuk bekerja di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia.
"Dalam program penataan ini, memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi, dan memilih untuk bekerja di tempat lain, atau salurkan di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia," jelas Stephanie.
Di sisi lain, perusahaan justru membuka lebih dari 100 posisi pekerjaan di Indonesia. Stephanie mengatakan hal ini sekaligus meluruskan kabar yang ramai diperbincangkan belakangan ini.
"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikian yang kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat," ujar Stephanie.
Menaker Yassierli mengapresiasi langkah TikTok Group. Di tengah penataan organisasi, perusahaan tetap membuka sekitar 100 posisi pekerjaan di Indonesia.
Menurutnya, kebijakan ini membuka peluang bagi anak muda Indonesia untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
"Saat ini TikTok Group sedang melakukan rekrutmen pekerja sekitar 100 posisi. Ini juga menunjukkan bahwa usaha yang sekarang sedang dilakukan ini juga terus berkembang. Kita yakin ya, ini juga menjadi sebuah peluang bagi anak bangsa untuk bisa mengambil bekerja di posisi-posisi yang disampaikan oleh TikTok Group tersebut," tutur Yassierli.
Yang menarik, perusahaan justru merekrut di saat yang bersamaan dengan penataan tenaga kerja. Ini menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan jumlah karyawan secara drastis. Sebaliknya, ada pergerakan internal dan kesempatan baru yang dibuka. Kabar PHK yang beredar sebelumnya tampaknya lebih merupakan kesalahpahaman soal proses penataan yang sedang berlangsung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
