CPU Lebih Dari GPU: Arm Ramakan 512 Inti untuk AI 2026

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
CPU Lebih Dari GPU: Arm Ramakan 512 Inti untuk AI 2026

Gambar atau konten salah?

Meski sudah lama memakai desain multi‑core, prosesor (CPU) modern masih kurang efisien dibandingkan chip grafis (GPU) ketika harus menanganinya beban kerja paralel besar. Tetapi bos Arm, Rene Haas, menegaskan bahwa situasi ini akan berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam laporan pendapatan kuartal keempat tahun fiskal 2026, Haas mengungkapkan pandangannya tentang masa depan perangkat komputasi. Ia memprediksi bahwa CPU akan akhirnya melampaui GPU dalam jumlah inti total. Pendorong utama perubahan ini adalah Agentic AI, teknologi AI yang sedang berkembang pesat.

Agentic AI, atau agen AI, dianggap sebagai langkah besar berikutnya dalam evolusi aplikasi kecerdasan buatan. Model ini diyakini akan segera mampu mengotomatisasi hampir semua jenis pekerjaan. Meski riset terbaru dari Microsoft menunjukkan agen AI masih kesulitan menangani tugas kompleks berjangka panjang, para eksekutif teknologi tetap optimistis menyambut era baru ini.

Untuk beroperasi secara maksimal di berbagai beban kerja, agen‑agen AI ini akan menuntut sumber daya komputasi yang sangat besar. Industri semikonduktor harus beradaptasi, dan sebagai akibatnya, jumlah inti pada CPU diyakini akan terus melonjak. Haas memperkirakan arsitektur CPU server masa depan dapat menampung hingga empat kali lipat lebih banyak inti dibandingkan desain saat ini. Ia juga menilai bahwa tren ini bisa membuka peluang bisnis baru senilai lebih dari USD 100 miliar pada tahun 2030.

Kenapa CPU akan mengambil alih peran GPU? Haas menjelaskan bahwa akselerator AI berbasis GPU modern, seperti chip Blackwell atau Rubin dari Nvidia, sudah mendekati batas fisik. Ukuran fisik chip GPU sudah mencapai batas area maksimum yang dapat dicetak oleh mesin litografi. Sebaliknya, ruang pengembangan fisik CPU masih jauh lebih luas untuk ditingkatkan skalanya. Akibatnya, jumlah inti CPU berpotensi berlipat ganda atau bahkan melesat empat kali lipat dalam waktu singkat.

Berikut gambaran kompetisi chip server saat ini:

  • Arm: baru saja meluncurkan AGI CPU dengan 126 inti.
  • Intel: mengembangkan desain CPU server (Xeon) dengan 288 efficiency core (E‑core) berarsitektur x86.
  • AMD: diprediksi akan mencapai 256 inti melalui prosesor Epyc berbasis Zen 6.

Haas memvisualisasikan lompatan besar di mana desain CPU akan memuat 256 inti, bahkan hingga 512 inti. Dengan jumlah “otak” komputasi yang begitu banyak di dalam satu chip, efisiensi konsumsi listrik akan menjadi kunci utama. Dalam skenario tersebut, Arm diyakini akan sangat diuntungkan karena arsitektur mereka historis terbukti memiliki efisiensi daya yang lebih tangguh dibandingkan pesaing yang mengandalkan arsitektur x86.

16 Mei 2026 menandai hari ketika laporan tersebut dipublikasikan. Perubahan yang diprediksi oleh Haas menyoroti pergeseran signifikan dalam industri semikonduktor, di mana CPU berpotensi mengambil alih peran GPU dalam menampung beban kerja AI yang semakin kompleks. Dengan pertumbuhan inti yang cepat dan efisiensi daya yang lebih baik, masa depan komputasi tampak lebih terpusat pada CPU, membuka peluang ekonomi yang signifikan bagi para pemain di pasar chip server.

CPUGPUAgentic AIsemikonduktorinti CPUefisiensi dayaArm

Komentar

Memuat komentar...