Cukai Tangkap Penyelundupan Emas Rp1,45 Miliar di Aceh
Gambar atau konten salah?
Seorang tersangka bernama KR berusaha menyelundupkan emas seberat 527 gram ke Malaysia. Ia berencana membawa logam mulia tersebut lewat penerbangan internasional di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh pada Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh, Rahmat Priyandoko, tim gabungan berhasil menindak aksi nekat tersebut setelah menerima informasi dari masyarakat. Nilai total emas yang diamankan diperkirakan lebih dari Rp 1,45 miliar.
“Tim gabungan berhasil mengamankan komoditas emas dengan nilai lebih dari Rp 1,45 miliar tersebut, setelah menerima informasi masyarakat dan melakukan operasi penindakan berbasis analisis risiko serta informasi intelijen,” kata Rahmat dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2026.
Dari total nilai barang yang diamankan sebesar Rp 1,45 miliar, potensi kerugian negara dari sektor bea keluar diperkirakan mencapai Rp 218 juta.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pelaku menggunakan modus tidak mendeklarasikan barang bawaan secara benar. Hal ini bertujuan menghindari kewajiban bea keluar sebesar 10-15% sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 80 Tahun 2025 tentang Penetapan Barang Ekspor Berupa Emas yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.
Petugas telah mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk proses pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah menelusuri asal-usul komoditas emas tersebut.
Bea Cukai Aceh mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar senantiasa mematuhi regulasi ekspor yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat menciptakan iklim perdagangan yang adil, sehat, dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.
“Penyelundupan komoditas strategis seperti emas ini tidak hanya merugikan negara dari sektor pajak dan bea keluar, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi. Kami berkomitmen akan menutup segala celah bagi upaya penyelundupan komoditas berharga milik bangsa,” ujar Rahmat.
Insiden ini menegaskan pentingnya kerja sama antara aparat dan masyarakat dalam menegakkan peraturan bea keluar. Dengan adanya sistem peringatan dan penindakan cepat, risiko penyelundupan dapat diminimalisir, menjaga keutuhan pendapatan negara dan kestabilan pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
