Danantara Rencanakan Akuisisi Eramet di Weda Bay Nickel

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 132 dibaca
Bisik.id
Danantara Rencanakan Akuisisi Eramet di Weda Bay Nickel

Gambar atau konten salah?

CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan rencana perusahaan untuk mengeksekusi akuisisi saham Eramet di PT Weda Bay Nickel (WBN), sebuah perusahaan nikel yang berlokasi di Weda Bay. Ia menegaskan bahwa Danantara terbuka untuk berkolaborasi dan siap menjadi mitra kuat bagi Indonesia dalam pengembangan nikel tersebut.

Kita sih pada dasarnya terbuka, ya atas diskusi kemudian pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia dan kita kan Danantara ini bisa menjadi strong local partner juga, kan ya. Kita terbuka, kok. Kita diskusi juga dengan Eramet,” jelas Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 12 Mei 2026.

Weda Bay Nickel telah beroperasi sejak 2019 dengan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) dan dijadwalkan beroperasi hingga 2069. Perusahaan ini dikelola oleh Thingshan Group, perusahaan asal China, yang memegang 51,2% saham. Eramet memegang 37,8%, sementara sisanya, 10%, dimiliki oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (Antam).

Tahun lalu, BPI Danantara menjalin kerja sama investasi dengan Eramet untuk proyek hilirisasi nikel. Kedua pihak sepakat membentuk platform investasi strategis di sektor nikel, mencakup operasi hulu hingga hilir.

Perjanjian tersebut ditandatangani di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Tujuan utama kemitraan ini adalah mengembangkan ekosistem bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) yang berkelanjutan dan terintegrasi di Indonesia.

Para pihak akan melakukan penilaian awal untuk mengidentifikasi proyek paling tepat guna memaksimalkan potensi ekosistem EV nasional. Rencana ini juga mencakup peta jalan kolaborasi ke depan, dengan fokus pada efisiensi, nilai ekonomi, dan standar internasional yang ketat.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menilai kemitraan ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat global dalam rantai pasok baterai EV. Ia menjelaskan bahwa Danantara akan mengelola pembiayaan jangka panjang untuk mendukung pengembangan investasi, sementara Eramet akan memberikan keahlian teknis dan pengalaman dalam menjalankan proyek pertambangan skala besar sesuai standar berkelanjutan internasional.

Kemitraan ini mencerminkan komitmen untuk mendorong investasi hilirisasi nikel kelas dunia di Indonesia, yang merupakan salah satu pilar utama dalam memperkuat daya saing industri nasional. Kolaborasi ini juga mengintegrasikan kapasitas teknis tingkat global di bidang tambang berwawasan lingkungan yang mendukung pembangunan industri berkelanjutan,” tambah Pandu.

Dengan dukungan dua negara dan fokus pada standar internasional, langkah ini menandai upaya Indonesia untuk memperkuat rantai pasok baterai kendaraan listrik, sekaligus meningkatkan nilai tambah industri nikel domestik.

DanantaraErametPT Weda Bay Nickelnikelbaterai kendaraan listrikinvestasi hilirisasirantai pasok baterai

Komentar

Memuat komentar...