Dead Hang: Berapa Lama Anda Mampu Bertahan?
Gambar atau konten salah?
Pernah lihat orang bergelantungan diam di palang besi? Gerakan itu namanya dead hang. Kelihatannya simpel—cuma menggantung tanpa bergerak. Tapi jangan salah. Latihan ini cukup berat. Bahu, otot inti tubuh, sampai jari-jari tangan ikut bekerja keras.
Kalau dilakukan rutin, dead hang punya banyak manfaat untuk tubuh. Tapi muncul pertanyaan: berapa lama sebaiknya bertahan dalam posisi ini? Dan apakah ada perbedaan berdasarkan usia?
Cara melakukannya benar: pegang palang besi dengan telapak tangan menghadap ke depan—menjauhi tubuh. Lengan lurus ke atas. Otot perut harus aktif supaya badan tidak bergoyang. Francine Delgado-Lugo, CPT, pendiri FORM Fitness di Brooklyn, Amerika Serikat, bilang ke Health: "Dead hang membantu membangun kekuatan genggaman, mobilitas bahu, serta daya tahan pada lingkar bahu, otot punggung, dan dinding perut."
Berbeda dengan push-up atau sit-up, belum ada data global yang baku soal durasi normal dead hang. Tapi berdasarkan pengalaman pelatih kebugaran profesional, ada tolok ukur yang bisa dipakai.
Untuk usia 20 sampai 50 tahun:
- Pemula: 30 detik
- Menengah: 30 sampai 60 detik
- Mahir: di atas 60 detik (1 menit)
Untuk usia 50 tahun ke atas:
- Pemula: 10 sampai 20 detik
- Menengah: 20 sampai 45 detik
- Mahir: di atas 45 detik
Durasi itu tidak mutlak. Banyak faktor yang memengaruhi. Bobot tubuh, mobilitas sendi bahu, diameter palang besi yang dicengkeram—semua ikut berperan. Bahkan kondisi sederhana seperti telapak tangan yang berkeringat bisa mengubah hasil cengkeraman.
Membangun kekuatan tubuh bagian atas penting di semua usia. Tapi kekuatan genggaman tangan jadi sangat krusial seiring bertambahnya usia. Beberapa studi medis menunjukkan hubungan antara genggaman yang kuat dengan harapan hidup lebih panjang. Lansia dengan genggaman baik cenderung lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari dan punya risiko lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit.
Latihan ini juga memperkuat stabilitas bahu. Postur tubuh saat duduk, berjalan, atau berlari jadi lebih tegak. Membawa barang berat terasa lebih ringan. Bahkan fungsi pernapasan bisa ikut membaik.
Intinya, dead hang bukan sekadar latihan menggantung biasa. Gerakan ini mengukur kekuatan, daya tahan, dan—kalau dilakukan konsisten—bisa berdampak langsung pada kualitas hidup jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Messi Pecahkan Rekor 18 Gol di Piala Dunia
Pemain Kanada hisap 'peluit hijau' saat patah kaki, apa itu Penthrox?
Pemain Kanada Tertangkap Hisap "Peluit Hijau" Pereda Nyeri
Wasit Piala Dunia Kram Kaki, Pemain AS Bantu di Lapangan
Pemula Maraton Rentan Rhabdomyolysis, Dokter: Pemanasan Bertahap Kunci Utama
Ginjal Rusak Akibat Rhabdomyolysis, Bisakah Pulih?
Berita Terbaru
Bezzecchi Fokus Pemulihan Usai Kecelakaan Assen
4 Juli 2026 Masehi Bertepatan dengan 19 Muharram 1448 H
Messi dan Yerba Mate, Tradisi Minum yang Penuh Cerita
Australia Kandas dari Mesir, Asia Tamat di Piala Dunia
BMKG: Way Kanan Satu-satunya Wilayah Lampung Diguyur Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Bali 4 Juli: Cerah, Bangli Berawan, Suhu 15-31°C
Argentina Waspadai Cape Verde di Babak 32 Besar