Defisit Perdagangan Mencapai Rekor US$5,21 Miliar Mei 2026

Sigit W. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Defisit Perdagangan Mencapai Rekor US$5,21 Miliar Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Defisit perdagangan Vietnam mencatat rekor tertinggi pada Mei 2026, dipicu kenaikan impor akibat harga bahan baku global melonjak di tengah konflik AS‑Iran.

Data dirilis oleh Kantor Pusat Statistik pada Rabu, 03 Juni 2026. Defisit perdagangan pada bulan tersebut melonjak menjadi US$ 5,21 miliar, naik dari US$ 3,28 miliar pada 01 April 2026.

Nilai ekspor Vietnam pada 01 Mei 2026 meningkat 18% secara tahunan menjadi US$ 46,93 miliar. Meskipun kenaikan, angka ini masih di bawah perkiraan ekonomi yang menargetkan 19,7%.

Impor, sebaliknya, melonjak 33,8% menjadi US$ 52,14 miliar. Kenaikan ini menambah beban defisit, menjadikan total defisit pada bulan tersebut US$ 5,21 miliar.

Perubahan ini menandai dampak ekonomi signifikan bagi Vietnam akibat konflik di Timur Tengah. Pemerintah menyebut kondisi ini menjadi tantangan berat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 10% tahun ini.

AS tetap menjadi pasar ekspor terbesar. Perdagangan dengan AS melonjak 21,1% menjadi US$ 60,4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara China menjadi pemasok impor terbesar dengan nilai US$ 92,6 miliar.

Inflasi Vietnam naik 5,60% pada 01 Mei 2026 dibandingkan 5,46% pada 01 April 2026. Angka ini melampaui batas prediksi bank sentral sebesar 5,5%.

Perubahan inflasi cepat disebabkan lonjakan harga energi global akibat perang Iran. Kenaikan harga energi berdampak langsung pada sektor transportasi, jasa, dan biaya bahan baku.

Secara keseluruhan, data menunjukkan Vietnam menghadapi tekanan ganda: defisit perdagangan yang membesar dan inflasi yang meningkat, yang dapat menghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi.

defisit perdagangan Vietnamkenaikan imporharga bahan baku globalkonflik AS‑Iraninflasi 5,60%pertumbuhan ekonomi 10%pasar ekspor AS

Komentar

Memuat komentar...